Kapolres Mamberamo Tengah AKBP. Simon Sahureka didampingi Kasat Reskrim, AKP. Haryono memperlihatkan barang bukti kasus pembobolan brankas Bank Papua Cabang Kobakma di Mapolres Jayawijaya, Senin (11/1).( FOTO: Denny/Cepos)

*Ditangkap di Wamena, Pelaku Beli Dua Mobil dan Perhiasan Emas

WAMENA-Brankas milik kantor Cabang Bank Papua Kobakma, Kabupaten Mamberamo Tengah dilaporkan dibobol pencuri, Sabtu (2/1) lalu sekira pukul 02.30 WIT.

Pelaku diduga masuk ke dalam kantor Cabang Bank Papua Kobakma dengan cara membobol plafon bagian belakang kantor. Pelaku yang berhasil masuk kemudian membobol plafon tengah, kemudian turun dan menuju sasaran yaitu brankas yang berada di dalam kantor tersebut.

Pelaku kemudian merusak brankas dengan linggis lalu menggasak uang tunai sebesar Rp 2,6 miliar.

Beruntung salah seorang pelaku berinisial LP berhasil ditrngkap di Wamena, Kabupaten Jayawijaya. Dari tangan pelaku, polisi mengamankan uang tunai Rp 762. 517.000, dua unit mobil Mitsubishi Strada Triton, perhiasan emas dan barang bukti lainnya.

Kapolres Mamberamo Tengah, AKBP. Simon Sahureka mengatakan, pelaku berinisial LP dibekuk di Jalan Sanger, Wamena saat hendak bergerak ke Distrik Pirime, Kabupaten Lanny Jaya, Sabtu (9/1) lalu. 

“Dua mobil yang kami amankan ini dibeli pelaku dengan harga masing-masing Rp 300 juta. Selain mobil, kami juga mengamankan, uang tunai sebesar Rp 762.517000, perhiasan emas, handphone, speaker, radio drakan, sepatu, pakaian, kacamata, nosel mobil strada , jaket. Diduga uang yang ada di tangan LP ini sebesar Rp 1,6 miliar,” ungkap Simon Sahureka didampingi Kasat Reskrim AKP Haryono di Mapolres Jayawijaya, Senin (11/1).

Setelah mendapat laporan adanya pembobolan di Bank Papua, personel Polres Mamberamo Tengah yang dipimpin Kasat Reskrim AKP. Haryono mengambil langkah cepat mendatangi TKP dan melakukan pemeriksaan.

Dari hasil olah TKP, pelaku menurut Sahureka masuk dengan cara membobol plafon bagian belakang. Pelaku kemudian membobol plafon tengah untuk bisa turun ke dalam kantor Bank Papua Kobakma.

“Setelah itu, pelaku  membongkar kunci tengah yang ada slotnya menggunakan linggis, lalu menuju brankas. Kami tidak bisa mengecek rekaman CCTV karena sejak libur kamera perekam dimatikan,” bebernya.

Meskipun demikian, personel Polres Mamteng mendapat informasi adanya seorang pria di Wamena yang membeli dua unit mobil. Informasi tersebut kemudian dikembangkan dan didalami hingga akhirnya, personel Polres Mamteng mencurigai pelaku berinisial LP sebagai pelaku pembobolan Bank Papua Cabang Kobakma.

“Saya kemudian memerintahkan anggota untuk ke Wamena dan melakukan penangkapan terhadap LP yang diduga sebagai pelaku pembobolan,” ucap Sahureka.

Kasat Reskrim Polres Mamteng, AKP. Haryono menambahkan, dirinya langsung berkoordinasi dengan Dantim Satgas Nemangkawi Jayawijaya usai mendapat perintah dari Kapolres untuk melakukan penangkapan. 

“Kami berkooedinasi dengan Satgas Nemangkawi Jayawijaya untuk memback up kami menangkap pelaku. Sabtu (9/1) pelaku berinisal LP berhasil kami tangkap di SD Percobaan di Jalan Sanger, Wamena,” ungkapnya.

Dari hasil pemeriksaan sementara, pelaku menurut Haryono usai menggondol uang dari brankas Bank Papua Cabang Kobakma, uangnya disembunyikan di kebun yang tidak jauh dari rumah pelaku.

Paginya pelaku kemudian membawa tas lalu membawa uang tersebut ke Wamena dengan menyewa kendaraan. “Tiba di Wamena, pelaku ganti mobil dengan menyewa mobil dari bandara untuk keliling Wamena. Di Wamena, pelaku membeli dua unit mobil. Satu digunakan sendiri dan satu lagi untuk narik,” bebernya.

Aksi pelaku LP membeli dua unit mobil diakui Haryono menimbulkan kecurigaan. Pasalnya dari hasil pemeriksaan terhadap petugas security yang berjaga saat kejadian, terungkap bahwa LP sempat bersama mereka sebelum kejadian.

Selain membeli dua unit mobil, perhiasan emas dan barang lainnya, LP menurut Haryono juga berniat memberikan sumbangan sebesar Rp 100 juta ke salah satu gereja di Lanny Jaya. Namun belum sempat berangkat ke Lanny Jaya untuk menyerahkan bantuan, LP sudah dibekuk aparat Kepolisian. (jo/nat)