Sosialisasi Audit BPK yang dilakukan di Hotel Baliem Pilamo yang dihadiri oleh 5 Pemda dari Pegunungan Tengah Papua. ( FOTO: Denny/ Cepos )

WAMENA-Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Papua melakukan optimalisasi penyelesaian hasil -hasil audit dan memperlihatkan presentasenya kepada 5 Kabupaten di Pegunungan Tengah Papua yang telah dilakukan audit sebelumnya. Daru hasil audit itu nantinya akan dibuatkan rekomendasi dari BPK untuk pemda.

   Menaurut Kepala BPK RI Perwakilan Papua Paula Herry Simatupang, pertemuan   dengan 5 pimpinan daerah di wilayah Pegunungan Tengah Papua ini untuk hasil optimalisasi penyelesaian hasil -hasil rekomendasi BPK. Sebab,  pihaknya melihat presentasenya masih sangat rendah.    “Dari hasil temuan kita membuat rekomendasi yang bertujuan memperbaiki pengelolaan yang ada saat ini serta meningkatkan tata keloka  supaya lebih baik , karena disini itu seperti Jayawijaya itu sudah mendapat   Opini WTP  dan presentasenya sudah 81, artinya dari 100 rekomendasi 81 telah terselesaikan, namun yang lain -lain masih ada rendah sehingga ini yang kita dorong.”ungkapnya selasa (11/2) kemarin

    Secara terpisah Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua mengatakan dalam pertemuan ini ada 5 kabupaten di pegunungan tengah ini, BPK memberikan  masukan untuk menangani masalah administratif keuangan agar tidak   menjadi temuan.

     Dalam pertemuan ini, Kata Jhon Banua,  peran komunikasi dari OPD maupun bendahara jika  sewaktu -waktu diminta oleh tim pemeriksa itu harus aktif dalam memberikan data dan Dokumen serta bisa melakukan argumentasi dengan data yang dimiliki oleh pemda, ini yang menjadi arahan dari BPK bagi pemerintah Kabupaten saat ini.

   “Situasi kita di gunung ini tingkat kesulitannya tinggi, sehingga mereka memberikan masukan kepada para bupati dari 5 kabupaten ini supaya ada proaktif memberikan pendampingan dengan menyediakan dokumen yang diminta oleh BPK,”katanya.(jo/tri)