Persipura

LATIHAN: Yustinus Pae saat menjalani latihan di Stadion Mandala, Jayapura, beberapa waktu yang lalu. (FOTO: Erick Cepos)

JAYAPURA – Nama Boaz Solossa dan Yustinus Pae akhir-akhirnya diterpa isu tidak sedap. Keduanya dikabarkan akan bercerai dengan Persipura musim ini. Bahkan kedua pilar Mutiara Hitam itu sudah dua pekan tidak terlihat dalam pemusatan latihan Persipura di Kota Batu, Malang, Jawa Timur.

Belum jelas apa sebab kedua pemain tersebut meninggalkan Persipura. Namun netizen di media sosial banyak menyebutkan jika Boaz dan Tipa mendapatkan sanksi akibat tindakan indisipliner. Namun manajemen bahkan staf pelatih Persipura belum memutuskan nasib kedua pemain seniornya itu.

Ketidakpastian kedua bintang Merah Hitam itu memang menjadi kegelisahan para pecinta Persipura. Bagaimana tidak, Boaz dan Tipa masih menjadi pemain penting di tubuh tim kebanggaan masyarakat Papua itu.

Hingga kini, posisi Boaz maupun Tipa belum tergantikan. Meski usianya memang tak lagi muda, tapi tak bisa dipungkiri jika Persipura masih berharap besar kepada kedua pemain lawasnya itu.

Boaz sejatinya telah bergabung bersama Persipura sejak 2004 silam. Sejak mengenakan seragam Merah Hitam milik Persipura hingga saat ini, adik kandung Ortisan Solossa itu telah membantu Persipura mengangkat trophy juara sepakbola Indonesia sebanyak empat kali.

Tak hanya gelar juara bersama klub, prestasi individu juga diborong pemain kelahiran Sorong itu. Tercatat Boaz sudah tiga kali didapuk sebagai pemain terbaik, dan tiga kali sebagai top skor.

Tentu catatan tersebut menahbiskan Boaz sebagai satu-satunya pemain Persipura yang mampu meraih deretan prestasi bersama Persipura.

Sama halnya dengan Tipa, meski usianya kini berada pada angka 38 tahun, tapi posisi back sayap kanan sampai saat ini belum tergantikan. Meski Persipura memiliki deretan pemain muda di posisi itu, tapi Tipa masih selalu menjadi pilihan utama.

Soal gelar juara, Tipa juga menjadi bagian sejarah juara Persipura. Ia sudah tiga kali mengantarkan Persipura meraih gelar juara (2009, 2010/2011, 2012/2013).

Tipa dan Boaz merupakan dua pemain Persipura yang terbilang sangat setia bersama Persipura. Tawaran dari klub lain pun tak pernah diterima. Jika Tipa dan Boaz benar-benar akan angkat kaki dari Persipura, Persipura kini hanya menyisahkan Ricardo Salampessy dan Ian Kabes sebagai generasi emas Persipura.

Melakukan tindakan indisipliner mungkin menjadi suatu yang tidak bisa ditolerir oleh manajemen Persipura. Tapi apakah Persipura juga sudah siap akan kehilangan Boaz dan Tipa. Apakah Persipura benar-benar siap kehilangan kedua panutan para pemain muda itu.

Manajemen Persipura saat dihubungi Cenderawasih Pos belum mau berkomentar mengenai nasib kedua pemain tersebut. Begitu juga dengan pelatih kepala Jacksen F. Tiago yang masih irit informasi.

Santer beredar kabar, bahwa nasib kedua pemain tersebut masih digantung oleh manajemen Persipura pasca melakukan tindakan indisipliner.

Legenda hidup Persipura, Eduard Ivakdalam dan Gerald Pangkali angkat bicara soal nasib yang dialami oleh kedua mantan rekan setimnya itu. Eduard berharap manajemen maupun pelatih bisa memutuskan nasib keduanya.

Sebelumnya, salah satu legenda hidup Persipura Jayapura, Kamasan Jack Komboy mengaku jika peran pemain senior Persipura seperti Boaz dan Tipa masih sangat penting dalam tim Persipura Jayapura.

“Mereka belum selesai, mereka masih punya tanggung jawab dimana tugas mereka memotivasi dan membimbing tim ini, karena para junior ini belum bisa dilepas, masih tergantung pada dukungan dari pemain senior,” ungkap Jack Komboy belum lama ini. (eri/gin).