*Boaz: Borneo FC Keluarga Saya, Itu Alasan Memilih Borneo

JAYAPURA-Boaz Solossa akhirnya menentukan pilihannya. Boaz mantapkan pilihan bersama Borneo FC, klub asal Samarinda, Kalimantan Timur. Pemain berusia 35 tahun itu telah diperkenalkan oleh manajemen Borneo FC, Sabtu (17/7) lalu.

Boaz Solossa mengaku sempat didekati beberapa klub sebelum bergabung dengan Borneo FC. Bahkan, Bochi panggilan akrabnya mengaku sempat digoda Raffi Ahmad untuk berlabuh di klub kasta kedua, Rans United. 

Boaz menyebutkan, dirinya dengan Raffi Ahmad memang memiliki kedekatan. Dirinya mengaku sempat diminta langsung oleh Raffi Ahmad untuk memperkuat klubnya.

Bahkan, saat dirinya sudah berada di Samarinda, Raffi Ahmad pun sempat mempertanyakan statusnya bersama Borneo FC. Bahkan manager klub Hamka Hamzah juga diakui sempat merayunya agar berlabuh bersama klubnya.

“Termasuk Rans FC ada komunikasi, dan Hamka pernah WA, ayo ke Rans. Tapi saat itu saya tidak bisa karena menunggu putusan resmi (putusan manajemen Persipura). Kita sempat komunikasi, sambil bercanda,” ungkap Boaz kepada Cenderawasih Pos saat dihubungi via telepon selulernya, Minggu (18/7).

“Mungkin karena kami sudah kerja sama di PON dan sempat bercanda dengan Hamka di konten youtube soal meminta saya gabung Rans. Kemarin juga setelah saya sudah di sini (Borneo) Raffi juga sempat WA, dia pertanyakan apakah saya di Borneo bersama Nabil,” sambungnya.

Tapi menurut Boaz, Borneo FC merupakan satu-satunya klub yang paling gencar ingin menggunakan jasanya. Apalagi menurut Boaz, dirinya dengan Borneo FC sudah memiliki hubungan yang baik sebelum dirinya didepak dari Persipura.

“Bicara Borneo FC sudah seperti keluarga dan sebelum saya dikeluarkan dari Persipura, kami selalu komunikasi. Kemudian setelah saya resmi dikeluarkan. Saya minta petunjuk dari keluarga dan akhirnya saya bersama Borneo, karena sudah seperti keluarga,” tuturnya.

Diakuinya  kedekatannya bersama Borneo FC menjadi salah satu alasan dirinya memilih berlabuh bersama tim berjuluk Pesut Etam itu.

Apalagi, bapak lima anak itu pernah memperkuat Borneo FC dalam dua edisi Piala Presiden, kala itu Persipura yang masih dibelanya tak berpartisipasi. Bagi Boaz, Borneo adalah sebuah keluarga baginya.

“Alasannya memang bisa dikatakan karena kedekatan saya dengan manajemen Borneo. Sejak membela Persipura dalam 16 tahun, saya tidak pernah pindah, kecuali bermain untuk Borneo FC di liga pra musim. Hubungan saya dengan manajemen Borneo sudah seperti keluarga,” bebernya.

Boaz juga membeberkan, kehadiran dirinya di Borneo FC disambut baik oleh seluruh petinggi klub, pemain dan pelatih. Pemain kelahiran Sorong itu juga menuturkan jika dirinya sudah merasakan kenyamanan bersama Borneo FC sejak bermain untuk Borneo FC di Piala Presiden 2018 silam.

“Saya sudah anggap Nabil (presiden klub Borneo FC) sebagai keluarga. Saya di sini diterima dengan baik oleh pengurus dan manajemen. Saya sudah kenal baik. Saya bilang mau ke tempat ini (Borneo) asalkan saya nyaman. Dan jika saya gabung dengan klub baru, saya tentu butuh adaptasi lagi dan repotnya di situ. Tapi setelah saya gabung di sini ya puji Tuhan mulai dari pelatih dan pemain sangat respect, masih terima saya dan masih menghargai saya. Saya memilih ini karena keluarga, dan saya nyaman di sini,” sambung Boaz.

Adik kandung Ortisan Solossa itu juga mengaku tak butuh waktu lama untuk bisa nyetel bersama dengan rekan setimnya. “Sebagain besar teman satu tim dulu masih bertahan. Saya rasa hari atau paling lama 1 minggu sudah bisa beradaptasi dengan klub, makanya kenapa saya memilih Borneo karena hubungan kami sudah seperti keluarga. Karena intinya saya nyaman dulu, agar saya bisa bekerja dengan baik,” pungkas Boaz. (eri/nat)