Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua , SE, MSi saat melepas tim penyaluran Bantuan Langsung Tunai dari Program Padat Karya di halaman Kantor Otonom Wenehule Hubi Wamena, Jumat (5/6) ( FOTO: Denny/ Cepos)

WAMENA-Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua mengungkapkan bahwa  Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Desa mulai digulirkan Pemda Jayawijaya ke 40 distrik yang ada. Dimana, pada tahap pertama pembagian anggaran tunai sebesar Rp 1 juta/Kepala Keluarga disalurkan di 7 distrik.

   “Penyerahan bantuan dari pemerintah sudah dilaporkan panitia  kepada saya, bahwa bantuan yang diberikan telah sampai langsung kepada masyarakat,”ungkap Bupati Jhon Banua, Jumat (5/6) kemarin.

  Bantuan yang diberikan kepada masyarakat ini, lanjut  Jhon Banua,  diambil dari dana desa sesuai dengan instruksi presiden RI, dimana di dalamnya ada BLT dan Padat karya, hal ini juga disandingkan dengan peraturan bupati sehingga yang dibayarkan itu untuk 4 bulan dimana untuk 1 bulan Rp 1 juta yang diterima setiap Kepala Keluarga.

  “Kami sudah realisasi untuk 7 distrik dalam tahap awal ini langsung berbentuk tunai kepada masyarakat dan tidak melalui rekening atau perantara orang lain artinya bantuan ini langsung ke tangan masyarakat yang berhak mendapatkan,”katanya

   Menurutnya, untuk Program Padat Karya, masyarakat diwajibkan untuk membuka kebun baru, untuk mempertahankan pangan lokal, sehingga padat karya ini menjadi syarat untuk mendapatkan bantuan yang dikucurkan pemerintah daerah kepada masyarakat di Jayawijaya.

  “Kita memang kelihatannya memberikan sejumlah anggaran itu secara Cuma-cuma, namun yang menjadi syarat adalah padat karya dimana masyarakat harus melakukan sejumlah pembangunan seperti membuka kebun, kolam ikan agar bisa mendapatkan penghasilan tambahan lagi dari hasil usahanya,” beber Bupati.

  Ia juga menyatakan untuk bantuan BLT yang diberikan pemerintah daerah kepada masyarakat ini diberikan secara bertahap, dan tidak sekaligus sebesar Rp 4 juta. Artinya, tiap bulan masyarakat hanya menerima Rp 1 juta selama 4 bulan kedepan dalam menghadapi pandemi Covid 19 di Jayawijaya. (jo/tri)