Tim Futsal Bifor FC Papua (FOTO : Erik / Cepos)

JAYAPURA – Pekan ketujuh merupakan babak akhir reguler grup A Pro Futsal League (PFL) 2019 telah berakhir pada 17 Maret 2019 lalu.

  Black Steel Manokwari dan Bintang Timur Surabaya memastikan diri keluar sebagai juara dan runner-up grup A dan. Kedua tim ini memastikan diri mewakili grup A pada babak final four.

  Sementara tim futsal asal Papua, Bifor FC Papua dan Futsal Kota Metro harus memupus mimpinya setelah dipastikan terdegradasi pada ajang futsal kasta tertinggi tanah air itu.

  Pada fase grup A, Bifor FC finis pada urutan 7 dengan 13 poin, sementara Futsal Kota Metro menjadi penghuni dasar klasemen dengan koleksi 3 angka.

 Pelatih Bifor FC Papua, Matheus Balubun tetap mengapresiasi para pemainnya yang sudah berjuang sejak awal pertandingan hingga harus finis pada urutan tujuh.

“Kami mengucap syukur kepada Tuhan atas hasil akhir yang kami terima harus berada di urutan ke tujuh, dan apapun hasilnya saya tetap memberikan apresiasi kepada semua pemain yang sudah berusaha sepanjang liga bergulir,” ungkap Matheus kepada Cenderawasih Pos saat dihubungi via telepon selulernya, Kamis (21/3) sore kemarin.

   Bifor FC sebenarnya masih memiliki peluang untuk tetap bertahan pada kompetisi tertinggi Futasal tanah air itu, namus sayang dua laga terakhir harus pada fase grup berakhir dengan seri.

“Walaupun kami harus berada di papan bawah, namun kami sangat memberikan perlawanan ketat kepada tim-tim besar yang berada di grup A,” ujarnya.

  Mathues juga memberikan apresiasi kepada Ketua Umum tim, AKBP Gustav Robby Urbinas yang terus memberikan dukungan kepada mereka selama mengarungi kompetisi PFL 2019.

“Terimakasih kepada pihak managemen, secara khusus bapak Ketua Umum yang dengan setia mendukung dan memberikan suport kepada tim ini sehingga mampu menyelesaikan semua pertandingan tanpa ada kekurangan sedikitpun,” katanya.

“Bahkan beliau terus memberikan semangat dan motivasi kepada semua pemain untuk tetap semangat dan berjuang lagi karena karir masih sangat panjang,” tambahnya.

  Sementara itu, Sekretaris Umum Bifor FC, Nakir menjelaskan, bahwa usai mejuarai Liga Nusantara 2018 lalu dengan waktu singkat belum bisa mengimbangi tim-tim yang ada digrup A. 

“Di Group A, itu dihuni oleh tim-tim hebat. Kita sebagai tim promosi yg baru menjuarai Linus 2018 yang hanya memiliki waktu 1 bulan untuk mempersiapkan diri pada Liga Pro 2019 tetap merasa puas degan hasil meski harus degradasi. Sebab dengan persiapan 1 bulan kami masih bisa bersaing degan tim-tim hebat,” jelanya.

Dirinya juga menambahkan, bahwa ajang ini juga sebagai tes ivent bagi beberapa pemainnya yang akan memperkuat tim Futsal PON Papua mendatang.

“Mereka usianya masih muda, dan mereka akan memperkuat tim PON Papua. Dengan pengalaman ini saya rasa mereka akan mendapatkan pengalaman bermain untuk menghadapi Pra PON mereka akan sangat siap sekali,” tandasnya. (eri).