Naek Tigor Sinaga ( FOTO: Priyadi/Cepos)

JAYAPURA-Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua Naek Tigor Sinaga mengungkapkan, menjelang Pelaksanaan PON XX tahun 2021 Papua, diharapkan perkembangan system pembayaran non tunai bisa dilakukan dengan baik. 

 Untuk itu, diminta kepada sektor pariwisata yang juga berkaitan dengan pelaksanaan PON XX,   gencarkan penerapan QRIS (Code Indonesia standar ) pada sekitar wilayah venue PON XX, hotel, restoran, serta tempat umum pusat keramaian. 

  “Saya minta dukungan pemerintah, pelaku usaha dan lainnya pada saat pelaksanaan PON XX nanti, penerapan QRIS bisa dilakukan dengan maksimal, karena dengan kita melakukan transaksi pembayaran non tunai,  akan lebih banyak manfaat dan keuntungannya. Oleh sebab itu, BI Papua terus mendukung program QRIS di Papua,”ungkapnya.

  Dijelaskan, perkembangan transaksi non tunai di Provinsi Papua khususnya Alat Pembayaran Menggunakan Kartu (AMPK) telah mengalami nperkembangan pesat. Hal ini terlihat dari peningkatan pangsa transaksi non tunai dibandingkan tunai melalui APMK dari 51, 8 persen pada triwulan IV 2019 menjadi 53,1 persen pada periode yang sama tahun 2020.

 Sedangkan jumlah merchant menggunakan QRIS mengalami peningkatan signifikan dari 4.290 merchant tahun 2019 menjadi 26.689 merchant pada akhir tahun 2020 dan awal tahun 2021 menjadi 27.177 merchant.

 Untuk itu, dengan adanya PON XX di Papua transaksi tunai bisa diminimalisir dengan menggunakan QRIS melalui pembayaran non tunai. Diharapkan ini terus disosialisasikan dengan baik, begitu pula nanti bagi pengunjung yang datang jika bertransaksi diminta dengan pembayaran non tunai.(dil/ary)