*Dua Hari, Tambah 5 Kasus Kematian

JAYAPURA- Ketua Harian Satgas Covid 19 Provinsi Papua, Welliam Manderi, menyebutkan bahwa setelah dua kali masa inkubasi, Selasa (29/9) besok akan digelar rapat Forkopimda Provinsi Papua untuk mengevaluasi penanganan Covid-19 yang telah dilakukan.

Dari evaluasi yang dilakukan, akan dilakukan juga kesepakatan bersama dalam rapat Forkopimda tersebut perihal penanganan Covid-19 ke depannya.

“Nanti masa adaptasi new normal kedua, pada tanggal 29 September. Ada kesepakatan bersama yang akan dibangun karena berbagai pertimbangan akan kita sampaikan terkait dengan lockdown atau tidak. Karena kasus kita naik terus,” sebut Welliam Manderi, Jumat (27/9) lalu.

Sebelumnya, Juru Bicara Satgas Covid 19 Provinsi Papua, dr. Silwanus Sumule, Sp.OG(K)., mengakui bahwa sekalipun tren kasus baru dan kasus kematian meningkat, hingga kini belum ada sinyal bahwa akan dilakukan pembatasan sosial di Papua.

“Belum ada sinyal untuk melakukan seperti yang diisukan (penutupan Papua/pembatasan sosial di Papua). Pemerintah Provinsi Papua masih tetap konsisten dalam menjalankan Adaptasi New Normal. Penguatan juga tetap diberikan bagi teman-teman di tingkat kabupaten/kota,” tegasnya.

Hal yang sama juga dikatakan Asisten Bidang Umum Sekda Papua, Ridwan Rumasukun, bahwa pihaknya belum dapat memastikan kebijakan yang diambil menyusul situasi perkembangan Covid 19 di Papua belakangan ini. “(Soal pembatasan sosial di Papua) itu nanti diputuskan pada Rapat Forkopimda,” singkat Ridwan Rumasukun. 

Sementara itu, terkait jumlah kasus Covid-19, Juru Bicara Satgas Covid-19 Provinsi Papua, dr. Silwanus Sumule, Sp.OG(K)., mengonfirmasi penambahan sebanyak 5 kasus kematian dalam dua hari, yakni Sabtu (26/9) dan Minggu (27/9) kemarin. D

iketahui bahwa pada Sabtu (26/9), terjadi penambahan sebanyak 3 kasus kematian yang berasal dari 3 daerah berbeda di Papua.

Disebutkan Sumule, pasien pertama berasal dari Nabire, yakni seorang laki-laki berusia 57 tahun yang dirawat di RSUD Nabire yang terdiagnosis positif Covid-19. Kemudian, pasien berikutnya berasal dari Biak Numfor, seorang laki-laki berusia 52 tahun yang dirawat di RSUD Biak sebelum akhirnya meninggal dunia dengan diagnosis positif Covid-19.

 “Kemudian, satu pasien meninggal lainnya berasal dari Kota Jayapura. Seorang laki-laki berusia 53 tahun yang dirawat di RS Marthen Indey sejak 22 September sampai dengan 26 September sebelum akhirnya meninggal dunia dengan terdiagnosis positif Covid 19,” ungkap dr. Silwanus Sumule, melalui pesan singkat, Sabtu (26/9) lalu.

Sementara itu, terjadi penambahan sebanyak 2 kasus kematian pada Minggu (27/9) kemarin. Kedua kasus kematian ini terjadi di Kota Jayapura. Pertama,  adalah seorang perempuan berusia 20 tahun yang dirawat di RSUD Jayapura sejak 21 Agustus sampai dengan 27 September. Selain terkonfirmasi positif Covid-19, pasien juga terdiagnosis Meningoencephalitis, Metabolic Encelophaty (radang otak).

“Pasien berikutnya adalah seorang laki-laki berusia 56 tahun yang dirawat di RS Bhayangkara, yang mana terkonfirmasi positif Covid 19 dan penyakit penyerta Pneumonia (radang paru-paru),” sambungnya, Minggu (27/9) kemarin.

Selain tambahan kasus kematian, Sumule juga mengatakan bahwa terjadi penambahan sebanyak 145 kasus positif baru, Sabtu (26/9). 

Dari jumlah tersebut, 39 kasus di Mimika, 7 kasus di Paniai, 17 kasus di Biak Numfor, 3 kasus di Keerom, 66 kasus di Kota Jayapura, dan 13 kasus di Nabire.

Sedangkan penambahan sebanyak 103 kasus positif baru terjadi, Minggu (27/9) kemarin. Yakni 42 kasus di Mimika, 3 kasus di Yapen, 9 kasus di Biak Numfor, 3 kasus di Kabupaten Jayapura, dan 46 kasus di Kota Jayapura. 

Dengan demikian, berdasarkan data Satgas Covid-19 Provinsi Papua, hingga kemarin kasus positif secara kumulatif sudah mencapai 5.935 kasus. Dari jumlah tersebut 2.013 pasien yang masih dirawat, 3.836 kasus sembuh, dan 86 kasus meninggal dunia. (gr/gin/nat)