Ambrosius Jamau Mahuze, S.Sos ( FOTO: Sulo/Cepos) 

MERAUKE-Penantian  panjang  dari para  peserta  testing  CPNS  formasi 2018   untuk dapat mengetahui hasilnya  seperti  apa akan segera diwujudkan  pemerintah Kabupaten  Merauke. Ya,     Pemerintah Kabupaten Merauke   rencananya akan mengumumkan   hasil   tes CPNS   formasi  2018 tersebut,  Jumat (25/9) besok.  

  Sekretaris   Badan  Kepegawaian  dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten  Merauke Ambrosius Jamau Mahuze, SSos, ditemui    wartawan di  ruang kerjanya  tersebut membenarkan  jika  pengumuman   tersebut akan  dilakukan, Jumat (25/9).

   “Sudah ada edaran   resmi dari  pak bupati  bahwa  kita akan umumkan   formasi   2018  tersebut pada  hari Jumat tanggal 25 September  2020,” kata  Ambrosius Jamau Mahuze. 

  Terkait dengan   surat edaran    dari bupati tersebut,   Ambrosius  menengaskan bahwa   pihaknya sudah  siap mengumumkan  hasil tes  CPNS   tersebut. Soal teknis    pengumuman,  Ambrosius mengaku ada di bidang pengembangan  sumber daya  manusia. Namun  yang jelas, selain akan    diumumkan  lewat   radio, nama-nama yang  lulus  tersebut akan  diumumkan di  Kantor   Badan Kepengawaian dan Pengembangan  Sumber Daya Manusia   (BKPSDM) dengan cara ditempel.  ‘’Ada juga pemberitahuannya   lewat  email  para  peserta tes   tersebut,’’ jelasnya.   

    Sehubungan  dengan   rencana pengumuman tersebut, pihak    BKPSDM telah  menyurat secara resmi ke  Kapolres Merauke  untuk meminta   bantuan pengamanan  pengumuman  tersebut.   Namun begitu,   Ambrosius meyakini,   pengumuman   yang akan dilaksanakan   di tanggal 25 September  2020  tersebut akan berlangsung aman. 

   Karena menurutnya,  kuota  80 persen  untuk Papua   dan 20  persen  untuk  non Papua terpenuhi.   Jumlah  kuota   formasi CPNS  2018 untuk  Kabupaten Merauke   sebanyak 472. ‘’Kuotanya  472  orang,’’ tandasnya.

   Sementara untuk  honorer   daerah yang  tidak  terangkat  dalam  formasi    ini,  jelas  Ambrosius Jamau Mahuze , jumlahnya sekitar 3.000   orang. ‘’Itu yang sudah terdata    di kami. Sementara yang   lainnya yang diangkat  oleh  kepala dinas sedang  dalam pendataan,’’ terangnya.   

  Ditambahkan, pengusulan  tenaga honorer   daerah tersebut untuk diangkat ke P3K  untuk mengurangi  beban daerah. “Kalau    sudah  diangkat  menjadi  P3K   maka  honornya  akan dibayarkan pemerintah pusat,” tambahnya. (ulo/tri)