Penulis Buku 44 Opsi, sekaligus Dosen Jurusan Akuntasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Cenderawasih, Kurniawan Patma, SE, M.Ak (tengah), melaunching  bukunya Sabtu (13/30. ( foto: Yewen/Cepos)

JAYAPURA- Dosen Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Cenderawasih (Uncen), Kurniawan Patma, SE, M.Ak melaunching  dan mereview buku 44 Opini Singkat (Opsi) di Ruang Kelas Magister Akuntansi dan Keuangan Uncen, Sabtu (14/3).

 Selaku Penulis Buku 44 Opsi, Kurniawan Patma mengatakan, buku yang ditulis ini merupakan kelanjutan buku dari 33 Opsi yang ditulis sebelumnya. Buku ini memuat tentang opini-opini singkat mengenai berbagai permasalahan yang telah terjadi di Indonesia, khususnya di tanah Papua. “Ini merupakan buku saya yang keempat dan merupakan kelanjutan dari buku ketiga, yaitu 33 Opsi yang sudah diterbitkan sebelumnya,” katanya.

 Menurut pria yang akrab di sapa Kurni ini bahwa buku 44 Opsi ini membuat berbagai hal, terutama mengenai hal-hal yang selama ini terjadi di Papua, baik masalah sosial, politik, hukum dan HAM, sosiologis maupun antropologis.

“Dalam buku 44 Opsi ini merupakan kumpulan tulisan saya selama ini di facebook yang dikumpulkan. Buku ini mengisahkan tentang berbagai persoalan maupun tokoh-tokoh yang dianggap berpengaruh di dunia, Indonesia, bahkan di Papua,” ucap mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PMKRI Cabang Jayapura ini.

 Kurni berharap buku yang di tulis ini bisa dibaca oleh semua orang, terutama generasi muda dalam membangun semangat baru untuk terus membangun literasi membaca dan menulis di bumi Cenderawasih. “Saya berharap dengan buku ini dapat memotivasi para generasi muda untuk terus menulis dan memberikan gerakan-gerakan tanpa kekerasan melalui tulisan-tulisan yang ditulis,” harapnya.

 Perlu diketahui bahwa buku 44 Opsi ini sendiri sudah terjual dan tersebar di seluruh Indoneisa dan banyak anak-anak muda yang suka membaca, karena tulisannya menggunakan bahasa yang sederhana, tetapi isinya sangat berkualitas dan memberikan dampak terhadap perubahan di Indonesia, khususnya di Papua. (bet/wen)