Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Luhut Binsar Panjaitan. FOTO: HENDRA EKA/JAWA POS

JAKARTA, Jawa Pos-Pemerintah mulai menyiapkan skenario untuk menyambut kedatangan jutaan dosis vaksin yang dibeli dari luar negeri. Skenario cold chain dipersiapkan untuk mengatur kedatangan vaksin dari beberapa negara dan distribusinya pada golongan penerima pertama. 

Menko Bidang Maritim dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Panjaitan memimpin rapat koordinasi persiapan program vaksinasi. “Saat ini vaksin menjadi hal yang sangat penting bagi kita. Oleh karena itu, prioritas utama kita saat ini adalah pemantapan dalam logistik, target penerima, serta mekanisme vaksinasi yang akan kita laksanakan,” katanya di Jakarta Rabu (30/9)

 Luhut meminta kepada Menteri Kesehatan, Menteri Luar Negeri, Kepala BPOM, Kepala BNPB, dan Wakil Menteri BUMN sebagai peserta rapat untuk terus menjaga koordinasi dengan baik dalam penyediaan vaksinasi ini. “Narasi simulasi vaksinasi ini akan dibuat oleh Kemenkes, yang nantinya akan dilengkapi oleh pihak terkait agar vaksinasi dapat berjalan dengan baik dan lancar,” kata Luhut.

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengatakan bahwa begitu tiba, target prioritas penerima vaksin tersebut adalah para personel garda terdepan yaitu seluruh tenaga medis dan seluruh masyarakat yang bekerja pada fasilitas medis. 

Prioritas selanjutnya akan diberikan kepada masyarakat dengan kategori high risk, yaitu pekerja pada usia 18-59 tahun. Hingga saat ini, menurut Menkes Terawan kebutuhan vaksinasi mencapai 320 juta dosis. “Dengan indeks pemakaian vaksin, maka kita harus bisa menyediakan (paling tidak,Red) 352 juta dosis vaksin,” jelasnya. 

Kementerian Kesehatan telah menyusun beberapa langkah dalam kesiapan fasilitas kesehatan di Indonesia. Sejak Senin (28/09), Kemenkes telah memberikan pelatihan kepada tenaga kesehatan mengenai tata cara vaksinasi Covid-19 ini. Selain itu, telah disiapkan dua puskesmas yang akan menjadi tempat simulasi, yaitu Puskesmas Abiansemal Kabupaten Badung, Denpasar, serta Puskesmas Tanah Sereal Kota Bogor, Jawa Barat. 

Penyediaan vaksin ini dilakukan bersama dengan Kementerian Luar Negeri, Kementerian BUMN, Kepala BOPM, serta Kepala BNPB. Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin menjelaskan, saat ini kapasitas penyimpanan vaksin yang dimiliki oleh BUMN mencapai 123 juta vaksin. Oleh karena itu, sedang dilakukan kerja sama antar lembaga BUMN, khususnya oleh Bio Farma dan Kimia Farma sebagai produsen obat, dalam pengadaan Cold Chain Equipment Inventory agar bisa mengakomodir 300 juta vaksin. 

 ”Pembentukan Cold Chain disiapkan untuk datangnya vaksin dari berbagai negara yang telah membantu Indonesia dalam pengadaan vaksin tersebut,” kata Budi 

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menjelaskan bahwa telah dilakukan berbagai diskusi dengan negara terkait, seperti Tiongkok, Uni Emirate Arab dan Inggris dalam komitmen penyediaan vaksin bagi Indonesia.

Retno mengatakan, pihaknya telah berkomunikasi secara rutin dengan Cina, Arab, maupun Inggris dalam penyediaan vaksin bagi Indonesia. ”Kami juga telah mengatur waktu pertemuan antar negara untuk dapat meninjau lebih lanjut mengenai uji klinis serta produksi vaksin yang nantinya akan dikirim ke Indonesia tersebut,” ujarnya. 

 Untuk mempersiapkan suplai vaksin Sinopharm dan Sinovac yang akan didatangkan dari Tiongkok, Kepala BPOM Penny Kusumastuti Lukito mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat, tim teknis dari BPOM akan melaksanakan kunjungan lapangan untuk melihat lab produksi vaksin serta uji klinis yang telah dilakukan. ”Dalam kunjungan ini nantinya akan dibahas mengenai sistem pengiriman vaksin serta sertifikasi halal dari vaksin tersebut,” katanya.   

 Soal kehalalan ini, Ketua Satgas Penanganan Covid 19 Doni Monardo meminta BPOM agar berkoordinasi dengan MUI untuk memastikan kehalalan vaksin Covid tersebut Setelah dicek kehalalannya, maka BPOM bisa berkoordinasi dengan MUI untuk memberikan sertifikasi halal.

Terpisah, Ketua Tim Uji Klinis Fase Tiga Vaksin Covid 19 Sinovac-Bio Farma Prof Kusnandi Rusmil menuturkan, proses uji klinis berjalan lancar. Sambutan masyarakat Bandung pun cukup baik. Ini terlihat dai jumlah relawan yang mendaftar. Setidaknya, ada sekitra 2 ribu orang yang telah mengajukan diri.

Hingga saat ini, pihaknya pun telah melakukan skrining awal pada 1447 orang. Dari jumlah tersebut, 1089 orang sudah menerima penyuntikan pertama, 650 orang mendapat penyuntikan kedua, dan 110 orang yang melakukann pengambilan darah 14 hari pasca penyuntikan kedua. 

Rencananya, pada pekan depan, tim akan melakukan penyaringan kembali pada 162 relawan lainnya dan memanggil 200 relawan guna menjalani penyuntikan keduanya. Sebagai informasi, para relawan uji klinis fase tiga ini bakal mendapat dua kali suntikan dan menjalani tiga kali pengambilan darah.

Prof Kusnandi mengungkapkan, dalam satu bulan proses uji klinis ini, bellum ada laporan kejadian ikutan pasca imunisasi serius akibat vaksinasi. Kendati begitu, pihaknya akan terus melakukan pengawasan terhadap seluruh relawan. ”Kami akan pantau terus keamanan vaksin dan kejadian ikutan pasca imunisasipada relawan sampai mereka sampai enam bulan mendatang,” paparnya.

Melihat kondisi yang stabil, Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran (Unpad) ini memprediksi hasil penelitian bisa didapat pada Januari 2020. Sehingga, dapat digunakan oleh Bio Farma untuk mengajukan emergency use authorization (EUA) ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir memaparkan hal yang sama. Sejauh ini, menurutnya, uji kklinis berjalan lancar. “Arti kata tidak ditemukan signifikan pada relawan,” ungkapnya.

Dia menargetkan, laopran uji klinis bisa diserahkan pada BPOM awal Januari. Sehingga, bisa langsung lanjtu ke proses produksi. ”Bio Farma akan mengajukan pendaftaran vaksin pada Januari 2021,” sambungnya.

Sambil menunggu uji klinis fase tiga rampung, lanjut dia, BPOM akan melakukan audit proses pengembangan dan produksi vaksin di fasilitas Sinovac di Beijing, Tiongkok. Rencananya, audit dilaksanakan pada awal November 2020. Hal ini guna menjaga dan menjamin kualitas vaksin Covid-19 mulai dari bahan baku yang digunakan.

Biofarma sendiri juga bakal melakukan audit ke Sinovac secara langsung guna memastikan bulk vaksin yang diterima dalam kondisi baik. ” Rencananya dilakukan sebelum pelaksanaan audit BPOM,” katanya.

Nantinya, menurut dia, setelah dari Beijing, BPOM juga akan memastikan fasilitas produksi di Bio Farma di Bandung. Audit ini pun sama, dilakukan untuk memastiakan proses produksi Bio Farma sudah memenuhi standar pembuatan obat yang baik atau good manufacturing practices (GMP). Selain itu, pihaknya juga menyiapkan peningkata kapasitas produksi. Biofarma saat ini telah mampu memproduksi 100 juta vaksin per tahun. Kapasitas ini akan dinaikkan hingga 250 juta pertahun di 2021.

Di sisi lain Honesti turut menyinggung kerja sama Biofarma dan CEPI. Dia mengatakan, dari hasil due diligence, Biofarma ternyata dinyataka memenuhi persyaratan sebagai potencial drug product manufacturer CEPI for Covid-19. Di mana, rencananya bakal dmulai di akhir 2021.

Menurutnya, melalui kerja sama ini, kesempatan Biofarma untuk memperkuat nertworking di bidang vaksin di dunia Internasional semakin terbuka. Selain itu, juga meningkatkan kepercayaan global atas kemampuan Biofarma. ”Serta dapat meningkatkan akses vaksin Covid-19 bagi Indonesia,” pungkasnya.

Sementara itu, juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito angkat bicara mengenai rencana penggunaan rapid tes antigen. Dia menjelaskan, WHO telah mengumumkan akan menyediakan 120 juta tes cepat untuk 133 negara. ’’WHO memprioritaskan pada negara-negara low middle income country, dan tentunya negara-negara dengan jumlah kasus yang besar,’’ ujarnya di kantor presiden kemarin.

 Pihaknya telah berkomunikasi dengan perwakilan WHO di Indonesia dan meminta agar bisa dipertimbangkan mendapat bantuan tes cepat tersebut. sehingga diharapkan deteksi kasus baru Covid-19 bisa lebih cepat. Lagipula, pemerintah Indonesia sudah mendapatkan rekomendasi dari WHO terkait rapid tes antigen yang berkualitas baik. 

 Saat ini, rekomendasi tersebut sedang dikaji oleh satgas untuk dipersiapkan penggunaannya kepada masyarakat. ’’Karena ini pendeteksi antigen, tentunya akan lebih baik dalam mendeteksi antibodi,’’ lanjutnya. tetap saja, setelah di-screening dengan rapid tes antigen, aka nada diagnosa lewat real time PCR.

 Pemerintah juga masih mengaji standar harga tes PCR. Saat ini, angka yang muncul adalah kisaran Rp 439-797 ribu. ’’Kita ingin memastikan bahwa harga swab tersebut betul-betul dapat terjangkau oleh masyarakat yang membutuhkan,’’ tuturnya. 

Selain itu, satgas juga iongin memastikan bahwa penyelenggara tes lebih bervariasi dan sesuai dengan biaya yang dikeluarkan. Penyelenggara diizinkan mengambil untung atas layanan tes swab, namun jumlahnya dibatasi karena bagaimanapun itu adalah bagian dari pandemi. Pihaknya akan mengumumkan standar harganya kepada publik bila kajiannya selesai. 

Sementara itu setelah sekitar dua pekan dinyatakan positif Covid-19, Menteri Agama Fachrul Razi dinyatakan sudah sembuh. Dia sudah keluar dari rumah sakit. Tetapi masih menjalani pemulihan di rumah dan belum bisa ngantor di Lapangan Banteng.

Kabar terkini kondisi Menag itu disampaikan Kevin Haikal selaku Staf Khusus Menteri Agama di Jakarta kemarin. ’’Alhamdulillah kemarin (30/9) sore Menag sudah dinilai sembuh sehingga bisa kembali pulang,’’ katanya di kantor Kemenag Lapangan Banteng, Jakarta kemarin (1/10). 

Dia menyampaikan Menaf Fachrul mengaku senang dan bersyukur atas kondisinya. Selain itu juga menyampaikan terima kasih atas doa seluruh masyarkat Indonesia.

Dia menjelaskan selama masih menjalani proses pemulihan, tugas Menag sepenuhnya diserahkan ke Wamenag Zainut Tauhid Sa’adi. Misalnya kemarin Zainut meresmikan peluncuran Hari Santri 2020. Kevin mengatakan Menag juga titip pesan kepada seluruh masyarakat untuk terus menjaga kesehatan dan menerapkan protokol pencegahan Covid-19.

’’Dirawat karena Covid-19 telah memberi pengalaman dan pelajaran bahwa kesehatan sangat penting dan harus dijaga,’’ jelasnya. Seperti diketahui Menag Fachrul Razi dinyatakan positif Covid-19 setelah menjalani uji swab pada 17 September lalu. Tindak lanjutnya dilakukan tracing kepada 48 orang yang sempat kontak erat dengan Menag Fachrul Razi dan keseluruhannya dinyatakan negatif.

Di lain pihak Wamenag Zainut Tauhid Sa’adi menyampaikan perkembangan terkini adanya klaster Covid-19 di pesantren. Dia menjelaskan ada sekitar 1.400 santri di 27 pesantren yang tersebar di sepuluh provinsi dinyatakan positif Covid-19. ’’Alhamduillah lebih dari 900 santri yang dinyatakan sembuh. Sisanya masih dalam perawatan,’’ katanya.

Kasus Covid-19 pada santri yang tertinggi ada di Jawa Timur. Kemudian disusul di Jawa Tengah dan Jawa Barat. Lalu Zainut mengatakan ada satu santri yang dinyatakan wafat karena Covid-19. Kemudian juga ada kiai dan ibu nyai pengasuh pesantren yang meningkat karena Covid-19. Dia berharap pencegahan Covid-19 di lingkungan pesantren harus terus dijalankan.

Selain itu Zainut mengatakan edukasi tentang Covid-19 di lingkungan pesantren harus terus digalakkan. Sebab masih ada pesantren yang tidak bersedia menjalani rapid test untuk santri dan seluruh keluarga besar pesantren. ’’Ada ponpes yang tidak percaya adanya Covid-19,’’ tuturnya. Kondisi ini memerlukan sosialisasi dan pemahaman bahwa Covid-19 itu ada dan berbahaya. (tau/mia/byu/wan/JPG)