WAMENA-Bentrok warga Kabupaten Nduga terjadi di Kampung Elekma Distrik Napua Kabupaten Jayawijaya, Rabu (14/10). Akibat bentrokan ini, 3 orang mengalami luka -luka salah satu diantaranya kritis akibat terkena lemparan batu dan harus dilarikan ke RSUD Wamena.

   Kapolres Jayawijaya AKBP Dominggus Rumaropen ketika dikonfirmasi membenarkan adanya bentrokan fisik antara warga dari Kabupaten Nduga yang bermukim di Kampung Elekma Distrik Napua Kabupaten Jayawijay.  Bentrokan ini dipicu dari rasa tidak terima karena anggota keluarganya meninggal dunia dan meminta agar jenazah tak dimasukkan dalam api (perabuan) namun harus bicara dulu.

  “Karena permintaannya tak didengar, maka pelaku EG langsung mengambil kampak dan parang langsung melakukan pengancaman kepada Adias Gwijangge yang meminta pelaku untuk tenang,”ungkapnya Rabu (14/10) kemarin.

   Pelaku juga mencoba untuk mengeluarkan jenazah yang telah masuk dalam api untuk dilakukan perabuan (kremasi), sehingga memicu kemarahan warga yang lain dan akhirnya menjadi bentrok. Para korban ini sebenarnya tidak ikut dalam bentrok, namun hanya melarai namun juga terkena lemparan batu, hingga harus dilarikan ke rumah sakit.

   “Sementara masyarakat menginginkan kasus ini diselesaikan di Polres Jayawijaya untuk mempertanyakan mengapa pelaku EG ini selalu berulah ketika ada acara -acara tertentu yang dilakukan,”jelasnya

  Kapolres menyatakan bentrok antara sesama warga Nduga ini dikarenakan adanya miss komunikasi antara mereka dan latar belakang lain yang belum diketahui kepolisian, sehingga dari bentrokan itu ada 3 orang warga yang menjadi korban, dua luka ringan dan satu orang luka berat dan keritis.

  “Kami merespon masalah ini dengan cepat agar tidak meluas dan tadi kekuatan full dari Polres Jayawijaya telah kesana dan ada yang mengamankan TKP, ada yang membawa korban ke Rumah sakit dua regu antisipasi kemungkinan saling serang, sehingga melakukan hunting di wilayah Sinakma,”bebernya

  Sementara untuk pelaku, lanjut Kapolres ada satu orang yang diamankan berinisial EG yang menjadi aktor pemicu bentrokan itu. Kemungkinan jumlah pelaku akan bertambah dalam kasus ini, namun kepolisian akan melakukan dialog dengan kelompok yang diketahui masih memiliki hubungan saudara.

  “Kami akan minta keterangan dan mereka juga menginginkan agar kasus ini segera diselesaikan di kantor Polisi agar tidak melebar dan meluas lagi,”bebernya. (jo/tri)