Diresmikan Presiden Jokowi Kemarin

JAKARTA-Bendungan Bendo di Kabupaten Probolinggo kemarin (7/9) diresmikan. Selain bendungan itu, pada 2021 akan diresmikan 17 bendungan. Diharapkan akan meningkatkan hasil pertanian nasional.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa Bendungan Bendo berada di Sungai Keyang yang merupakan anak Sungai Madiun. Bendungan ini secara kontrak dibangun pada 2013, tapi pada realisasinya pembangunan dimulai pad 2016. ”Kapasitasnya 43 juta meter kubik,” ungkapnya saat menjelaskan kepada Presiden Joko Widodo. 

Bendungan ini berfungsi sebagai penyimpanan air di Sungai Keyang. Sebab di bawahnya ada empat bendungan yang harus dijaga kuantitas airnya. Bendungan yang dimaksud adalah Nginden, Kori, Wilangan, dan Jati. ”Mengairi 3300 hektar sawah di Probolinggo dan Bendungan Jati mengairi 4500 hektar sawah di Madiun,” ucapnya. 

Dengan Adanya bendungan ini, Basuki mengatakan bahwa musim tanam bisa berubah. Yang semula dalam satu tahun di tanami padi sekali dan dua kali palawija, kini penanaman padi bisa dua kali setahun.

Selain berfungsi sebagai penyimpan air, Benduungan Bendo juga akan difungsikan sebagai daerah wisata. Tak jauh dari bendungan terdapat bukit yang bisa dimanfaatkan sebagai tempat wisata. 

Presiden Joko Widodo dalam sambutannya mengatakan bersyukur karena bendungan ini bisa digunakan. Bendungan Bendo menghabiskan dana Rp 1,1 triliun. ”Ini akan menyediakan irigasi untuk 7800 hektar sawah dan untuk pasokan air baku 370 liter perdetik. Serta mereduksi banjir 31 persen,” ungkap Jokowi. 

Tahun ini akan diselesaikan 17 bendungan. Minggu ini akan diresmikan juga Bendungan Paselloreng di Sulawesi Selatan. ”Artinya produktifitas di bidang pertanian akan ketambahan pasokan air,” kata Jokowi. 

Dia berpesan agar Bendungan Bendo disambungkan ke seluruh jaringan irigasi. Harapannya seluruh petani di Probolinggo dan sekitarnya dapat merasakan manfaat. 

Bendungan Bendo merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN). Dengan adanya bendungan ini diharapka akan meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) yang semula 170 menjadi 260 pertahun.  (lyn/JPG)