PIMPIN MONITORING: Wali Kota Jayapura, Dr. Benhur Tomi Mano, MM., didampingi Wakil Wali Kota Jayapura, Ir. H. Rustan Saru, MM., saat memimpin monitoring meja di Aula Gedung Sian Soor, kantor Wali Kota Jayapura, Senin (16/12).(FOTO: Noel/Cepos)

Evaluasi Program, Pemkot Jayapura Gelar Monitoring Meja

JAYAPURA-Guna menyinkronkan antara perencanaan, pelaksanaan, pengendalian pencapaian kegiatan yang terukur serta  mengevaluasi capaian progres fisik dan resapan keuangan di masing-masing Orgnisasi Perangkat Daerah (OPD) di akhir tahun anggaran, Pemkot Jayapura mengadakan monitoring meja program dan kegiatan pembangunan triwulan IV (Empat) Tahun Angaran 2019.

Acara yang digelar di Aula Gedung Sian Soor, kantor Wali Kota Jayapura, Senin, (16/12) itu dihadiri Pimpinan OPD baik kepala dinas, kepala distrik, kepala kelurahan, kepala sekolah, kepala Puskesmas serta yang lainnya.

Wali Kota Jayapura Dr. Drs.  Benhur Tomi Mano, MM., dalam sambutannya memberikan teguran keras untuk beberapa OPD yang tidak menyelesaikan progres fisik khususnya yang belum mencapai target akhir Tahun.”Saya minta bekerja lah dengan hati, ini banyak OPD yang bekerja tidak sesuai target jangan terlu santai, bekerjalah sebaik mungkin,” tegasnya.

Dikatalan, nantinya pada tanggal 31 Desember 2019, Pemkot Jayapura akan melakukan penyerahan DPA kepada pimpinan OPD dan para kepala sekolah. 

Untuk itu, orang nomor satu di jajaran Pemkot Jayapura ini meminta agar tidak ada OPD yang bekerja lambat dan santai. “Januari 2020 itu sudah pelelangan semua OPD. Jadi sudah harus lelang tidak ada alasan,” pintanya.

Wali kota yang memiliki akronim nama BTM, juga memberikan ketegasan agar para kontraktor yang bekerja di Kota Jayapura harus memiliki kantor di Kota Jayapura. “Jadi konsultan dan kontraktor, kadang tidak jelas alamatnya dan ini yang sering terjadi di PUPR. Untuk itu, harus ada kantor dan alamat di Kota Jayapura. Kalau boleh jangan pakai dari luar ka,” kata BTM. 

Selain itu, penggunaan Dana Alokasi Khusus (DAK) BTM meminta harus ada kepercepayaan dalam pelaporan digunakan untuk apa. Dirinya juga meminta agar sejumlah pasar di Kota Jayapura yang belum terbangun. Seperti Pasar Youtefa, agar dapat diperhatikan. Begitu juga dengan Pasar Entrop dan Pasar Sentral Hamadi, agar dapat dijaga kebersihan dan pengelolaannya secara baik.

“Pasar Youtefa saya malu kepada rakyat. Saya janji-janji. Tentu harus ada keberanian melobi ke pusat. Pasar Mama-mama Papua sudah selesai. Los ikan dan daging juga sudah selesai. Kita tinggal tambah adalah los sayur dan buah,” bebernya.

Dirinya juga menyayangkan keberadaan Pasar Entrop di Distrik Jayapura Selatan. Dimana, sejak diresmikan, hingga saat ini belum dihibahkan ke Pemkot Jayapura. “Pasar Mama-mama Papua itu saya berangkat ke Jakarta dan akhirnya bisa diibahkan kepada Pemkot. Untuk Pasar Entrop, macamnya saya akan berangkat sendiri ke mentri sampaikan,” sindirnya.

Sementara itu ,Kepala Bappeda Rori Huwae mengatakan maksud dan tujuan monitoring meja triwulan 4 ini untuk menyinkronkan perencanaan, pelaksanaan, pengendalian pencapaian kegiatan yang terukur.

“Untuk mengetahui masalah dan kendala dalam pelaksanaan program dan kegiatan sekaligus mencari solusi untuk perbaikan dan evaluasi guna meningkatkan kualitas proses di kemudian hari. Melakukan pembinaan dan pengendalian pelaksanaan kegiatan yang cepat tepat dan berkualitas dalam capaian program yang terukur,” jelasnya.

Selain itu, kegiatan ini untuk mendengarkan arahan dan petunjuk, wali kota, wakil wali kota dan Sekda Kota Jayapura guna menjadi tindaklanjut pelaksanaan. Selanjutnya untuk mengukur hasil kinerja OPD di lingkungan pemerintah kota Jayapura pada tahap pelaksanaan triwulan ke-4 tahun anggaran 2019. “Realisasi fisik sudah mencapai 98,34 %. Sementara keuangan 85,64 %, dengan penyerapan dana sebesar Rp 423.849.147.632,” tutupnya. (oel/nat)