Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Yosua P. Sembiring, selaku Pangkoops TNI wilayah Papua terlibat langsung dalam penerbangan pencarian (searching flight) menggunakan pesawat CN 235 MPA, Sabtu (6/7).( FOTO : Kodam XVII/Cederawasih for Cepos)

JAYAPURA-Sejak dinyatakan lost contact atau hilang kontak sejak, Jumat (28/6) lalu, Kodam XVII/Cenderawasih terus melakukan upaya pencarian baik melalui jalur udara ataupun darat untuk mengetahui keberadaan helikopter Penerbad MI 17 Noreg HA 5138.

Terkait pencarian ini, Kodam XVII/Cenderawasih belum memiliki deadline kapan harus dihentikan proses pencarian pesawat yang memuat 12 orang saat bertolak dari Oksibil menuju Bandara Sentani.

Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Muhammad Aidi mengatakan, yang menjadi targetnya saat ini yakni pesawat harus ditemukan dan belum ada wacana untuk menghentikan pencarian.

“Kita berharap dalam waktu dekat pesawat segera ditemukan. Belum ada rencana menghentikan pencarian bahkan kita akan berupaya memberdayakan semua potensi yang ada. Jika perlu, ada penambahan alutsista untuk melakukan pencarian secara intensif lagi,” ucap M Aidi saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Minggu (7/7).

Dikatakan, memasuki hari ke-9 tepatnya Sabtu (6/7), Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Yosua P. Sembiring selaku Pangkoops TNI wilayah Papua, ikut dalam penerbangan pencarian (searching flight) dengan menggunakan pesawat CN 235 MPA.

Pencarian menyusuri medan di sepanjang rute penerbangan Sentani – Lereh – Oksibil – Lereh – Sentani. Ikut mendampingi Pangdam adalah Danlanud Silas Papare, Marsma TNI Tri Bowo Budi, Danrem 172/PVY Kolonel Inf Binsar Sianipar, Kabasarnas Wil. Papua Putu Arga dan Wakapendam XVII/Cenderawasih, Letkol Inf Dax Sianturi.

Dalam pencarian tersebut, Pangdam melihat langsung medan pencarian melalui layar monitor yang berada di dalam kabin yang terhubung langsung dengan kamera FLIR yang terpasang di bawah body pesawat CN 235 MPA.

“Kamera tersebut dapat berputar 360° dan memiliki kemampuan untuk optical zoom kepada obyek yang berada di darat,” ucap Aidi.

Sementara pada Minggu (7/7) kemarin, pencarian tetap dilakukan baik melalui udara maupun darat. Pencarian melalui udara sempat dilakukan oleh helikopter Bell 412 No Reg 5185 dengan rute penyisiran Sentani – Lereh – Sentani.

Dua pesawat helikopter yang dalam posisi standby di Bandara Oksibil terpaksa membatalkan penerbangan karena awan tebal dan kabut di Oksibil dari pagi hingga sore. Demikian halnya dengan pesawat CN 235 MPA yang direncanakan melakukan pencarian dengan rute Sentani – Oksibil – Sentani.

“Pencarian melalui darat hari ini dilakukan di sekitar Kampung Bulangkop, Distrik Okaom dan Kampung Tangen, Distrik Airu, Kabupaten Jayapura,” terangnya.

Hingga Minggu (7/7) sekira pukul 16.00 WIT, menurut Aidi proses pencarian baik melalui udara maupun darat belum menemukan tanda-tanda keberadaan tersebut, sehingga pencarian akan dilanjutkan, Senin (8/7) hari ini. (fia/nat)