Abock Busup : Pimpinan Partai Amanat Nasional ini baru saja mengakhiri kepemimpinannya di Kabupaten Yahukimo, April 2021 lalu. Meski hanya 1 periode namun ia ikut berkontribusi dari Pilkada Gubernur yang diikuti pasangan Lukmen selama 2 periode.  Sejak 2009 ia sudah menjadi tim sukses Lukmen kemudian tahun 2014 ia ikut menyumbangkan 160 ribu suara dan periode kedua tahun 2019 ia ikut berkontribusi menyumbangkan suara sebanyak 229.000 untuk Lukas – Klemen. Suara dari Yahukimo tak bisa dipandang sebelah mana dalam Pemilu

Kenius Kogoya : Kini menjabat sebagai Sekretaris KONI Provinsi Papua. Kenyang menjabat sebagai politisi bahkan pernah duduk sebagai ketua komisi di DPR Papua. Ia kini diminta membantu mensukseskan PON  dengan mempersiapkan atlet. Meski tak lagi menjadi anggota DPR namun Kenius mendapat kepercayaan menahkodai Partai Hati Nurani Rakyat sebagai Ketua DPD. Dari semua calon, Kenius yang paling muda  dan bisa dibilang paling enerjik serta tak banyak neko – neko dalam bekerja. Ia juga mudah diajak berkomunikasi dengan siapa saja. 

Befa Jigibalom : Sosok kepala daerah yang  memiliki visi membangun daerah. Sangat paham soal birokrasi karena memulai dari bawah. Dikenal tegas dan suka melakukan terobosan berani dan tidak banyak bicara.  Lebih memilih menunjukkan hasil kerja ketimbang hanya cuap cuap dan beretorika. Ia menjadi satu sosok ideal untuk duduk di kursi 02 mendampingi gubernur  

Jhon Tabo : Hasil kerjanya selama memimpin di Kabupaten Tolikara tak bisa dipandang sebelah mata. Meski hanya 1 periode namun banyak masyarakat yang merindukan kepemimpinannya. Itu terbukti setelah Pilkada Mamberamo Raya Desember 2020 lalu ia akhirnya kembali terpilih.  Ia memiliki karakter big man yang merangkul seluruh lapisan masyarakat. Jhon Tabo juga dikenal tegas dan suka melakukan terobosan – terobosan.

Paulus Waterpauw : Dari semua kandidat hanya Paulus Waterpauw yang bukan berasal dari politisi. Bintang tiga di pundak  menjawab kualitas kepemimpinannya dalam institusi kepolisian dan diakui oleh negara. Iapun menjadi putera asli Tanah Papua pertama yang berhasil menyabet pangkat Komjen di kepolisian. Banyak yang menyebut jika ia bisa memberi warna baru dari kepemimpinan di Papua jika terpilih. Sudah pasti lebih tegas dan memiliki komitmen kuat dan tidak kompromi dengan pelanggaran hukum. Satu sosok yang juga dirindukan masyarakat setelah pernah dua kali memimpin Polda di dua provinsi berbeda. Paulus Waterpauw menjadi pilihan baru dengan pemikiran brilian tentunya. 

Yunus Wonda : Tak ada yang tidak mengenal Yunus Wonda, politisi Partai Demokrat ini mungkin bisa dibilang paling senior diantara yang lain. Bagaimana tidak, sudah 15 tahun lebih duduk sebagai politisi di DPR Papua dan sudah jatuh bangun dengan berbagai dinamika di Papua. Periode lalu ia bahkan menjabat sebagai ketua DPR Papua dan kini diberi tanggungjawab lebih sebagai Ketua PB PON Papua. Ia sosok yang tenang dalam menyelesaikan masalah dan sangat paham kapan harus berbicara membela kepentingan rakyat.  Yunus terbilang dekat dengan gubernur, maklumlah iapun menjabat sebagai pengurus DPD Partai Demokrat Papua. Ia  juga paham bagaimana menghargai  pimpinan dan disebut – sebut satu sosok yang bakal memimpin Papua ke depan. (***)