SENTANI-Sebagai bentuk pelayanan kepada penumpang, PT. Angkasa Pura 1 Cabang Bandara Sentani membuka pelayanan rapid test antigen. Pelayanan ini menurut Stakeholder Relationship PT. Angkasa Pura 1 Cabang Bandara Sentani, Surya Eka menyebutkan pelayanan ini baru dibuka, Senin (21/12). 

Dikatakan, pembukaan pelayanan rapid test antigen di Bandara Sentani ini dilakukan untuk memudahkan calon penumpang yang akan bepergian keluar Papua pada masa liburan Natal dan tahun baru (Natura). Sebab sejumlah daerah menurut Surya Eka mensyaratkan surat hasil pemeriksaan rapid test antigen bagi setiap penumpang yang tiba. 

“Pelayanannya baru tersedia di Bandara Sentani perhari ini (kemarin, red). Jadi penumpang yang akan berangkat ke daerah yang mensyaratkan rapid test antigen, bisa mengakses pelayanannya di Bandara Sentani. Daerah-daerah yang mensyaratkan rapid test antigen seperti Jogjakarta dan Jakarta,” jelas Surya Eka yang dihubungi Cenderawasih Pos, Senin (21/12).

Surya Eka mengatakan, saat ini hampir sebagian besar daerah khususnya kota-kota besar mewajibkan setiap warga yang datang telah menjalani pemeriksaan rapid test antigen dari daerah asal. 

Mengenai biaya untuk pemeriksaan rapid test antigen, Surya Eka menyebutkan biaya untuk pemeriksaan rapid test antigen di Bandara Sentani sebesar Rp 250.000. “Tempat pelayanan rapid test antigen ini berada di parkiran bandara. Ada mobil untuk pelayanan rapid test antigen yang disiapkan,” tambahnya. 

Sementara untuk penumpung yang tiba di Bandara Sentani, Surya Eka mengatakan, pihaknya masih mengikuti Pergub Papua yang selama ini sudah diterapkan. Dimana untuk penumpang yang berasal dari luar Papua dan tidak memiliki KTP Papua, diwajibkan untuk menjalani pemeriksaan PCR dari bandara asal. 

Saat disinggung mengenai jumlah penumpang jelang Natura, Surya Eka mengatakan, kondisi arus penumpang baik yang datang maupun berangkat bila dibandingkan tahun sebelumnya atau sebelum pandemi Covid-19, belum terjadi lonjakan.

Untuk data pertanggal 20 Desember 2020, menurutnya jumlah penumpang yang datang di Bandara Sentani sekira 2000-an orang. Sementara yang berangkat dari Bandara Sentani berada pada angka 2.600 orang. 

“Ini masih di bawah normal bila dibandingkan jumlah penumpang tahun sebelumnya atau sebelum pandemi Covid-19. Dimana sebelum Covid-19, saat Natura yang berangkat sekira 3.300 orang dan yang datang 2.300 orang,” bebernya.

Dengan melihat kondisi penumpang saat ini, Surya Eka mengatakan tidak ada penambahan penerbangan. “Untuk penambahan tidak ada. Yang ada hanya pembukaan rute baru rutin yaitu penerbangan langsung Bandara Sentani ke Bandara Juanda,” tutupnya. (roy/nat)