Direktur Bisnis Bank Papua, Sadar Sebayang (kedua dari kiri) bersama Direktur Utama PT Persipura Jayapura, Herat Kalangkongan (kedua dari kanan) didampingi Ketua Umum Persipura Jayapura, Benhur Tomi Mano dan Direktur Operasional Bank Papua, Isak S. Wopari memperlihatkan jersey terbaru Persipura usai penandatanganan MoU antara PT Bank Papua dengan PT Persipura Jayapura, di gedung  Bank Papua, Jumat (28/2) lalu. ( foto: Erik / Cepos)

Asal Mula Hitam Strip Merah Pada Jersey Persipura

Setiap klub atau tim nasional, tentunya memiliki warna jersey kebanggaan. Kadang, warna jersey pun dinilai memiliki roh atau spirit bagi tim itu sendiri. Lalu bagaimanu asal usul jersey Persipura Jayapura?

Berikut Laporan-Erianto di Jayapura

Bila Real Madrid identik dengan jersey putih-putih, Juventus dengan Putih Hitam. Bagaimana dengan klub tua tanah air, Persipura Jayapura? Sejak berdiri tahun 1963 silam, tim yang kini berusia 57 tahun itu ternyata mengalami beberapa perubahan mengenai warna jersey.

Di era milineal, tentu banyak yang tidak mengetahui asal usul, dan kapan warna jersey Persipura merah strip hitam untuk pertama kalinya dikenakan oleh para penggawa Persipura.

Untuk menyegarkan ingatakan soal awal mula jersery Persipura menjadi merah hitam, Cenderawasih Pos berusaha merangkum beberapa data dari para mantan Persipura Jayapura era 1960 -70an.

Sebelum merah hitam menjadi warna keramat bagi Persipura Jayapura, ternyata Persipura awalnya menggunakan warna Kuning Coklat. Barulah di tahun 1971 awal mula Persipura menggunakan jersey merah hitam. Pencetus ide tersebut ialah Hengky Heipon yang mengamban kapten Persipura era itu.

Legenda hidup Pemain Persipura, Benny Jensenem saat ditemui Cenderawasih Pos di ruang kerjanya di Kantor KONI Papua, Sabtu (16/5) siang. Dalam ruangan yang luasnya 5 meter persegi itu, Benny berusaha mengingat sepenggal kisah Persipura di masa lalu.

Pria yang rambutnya mulai memutih itu menceritakan, pada tahun 1971 silam. Kala itu, Indonesia mendapatkan kunjungan klub elite asal Jepang, Hitachi Kashiwa Reysol. Kemudian Persipura dibawa pimpinan Hengky Heipon (C) mendapatkan kesempatan sebagai tim tanah air untuk menghadapi tim asal Negeri Matahari Terbit di Senayan.

Meski saat itu Persipura menelan kekalahan 2-1, tapi menurut Benny Jensenem, laga tersebut menjadi awal mula Persipura menggunakan jersey merah hitam.

“Persipura ditunjuk mewakili Indoensia melawan Hitachi, satu-satunya klub Jepang yang datang ke Indoensia dan Persipura mendapatkan kesempatan bermain dengan mereka. Kemudian Hengky Heipon mulai merekayasa warna baju untuk model main, dan munculah ide merah hitam, jadi itu yang dibawa oleh teman-teman waktu itu,” ungkap Benny Jensenem sambil membuka lembaran demi lembaran buku yang ada di depannya.

Dalam ruangan yang ber AC, Benny Jensenem menyebutkan, Warna merah hitam merupakan dua warna yang telah melekat di dalam tubuh masyarakat Papua. Hal itu yang menurut Benny menjadi inspirasi Henky Heipon dan kawan-kawan saat itu.

Apalagi kata Benny, warna merah hitam juga telah melekat pada ukiran-ukiran yang terletak pada moncong perahu masyarakat Papua, dimana masyarakat Papua khususnya bagian pesisir menggunakan perahu sebagai mata pencaharian dan urusan adat.

“Merah hitam itu ekspresi dari budaya mengukir, kebanyakan ukiran kita di pantai, atau di perahu-perahu kala itu dua warna itu dominan,” ujarnya.

Selain menjadi bagian dari budaya, merah hitam juga memiliki arti spirit dalam kehidupan masyarakat Papua, khususnya bagi Persipura Jayapura.

“Warna merah melambangkan keberanian dan kemenangan, warna hitam ini kekukuhan, kegagahan dan daya tahan. Merah hitam ini juga simbol harga diri masyarakat Papua serta simbol sportivitas dalam pertandingan,” beber Benny.

Uniknya, warna jersey Persipura memiliki kemiripan dengan jersey pemiliki 7 gelar juara UEFA Champions League AC Milam. Kedua tim identik dengan kostum merah strip hitam. Namun itu hanyalah kebetulan, kedua tim memiliki filosofi warna jersey berbeda.p

Bak kupu-kupu, warna jersey kandang Persipura juga mengalami beberapa metamorfosa. Sejak era Perserikatakan hingga tahun 1970 dari warna kuning coklat, kemudian berubah menjadi merah strip hitam 1971. Pada tahun 1980 di era Galatama, Persipura kembali menggunakan warna kostum lama dengan warna kuning coklat. Hanya bertahan berapa musim, Persipura akhirnya kembali menggunakan seragam merah strip hitam.

Di tahun 2019, Persipura kembali mengubah corak jersey. Kala itu warna jersey Persipura lebih dominan warnai hitam. Setelah mendapatkan desakan dari para suporternya sendiri, akhirnya di tahun 2020 manajemen Persipura mengembalikan jersey merah strip hitam. (***)