SEPAKAT-Ketua Asosiasi Bupati Wilayah Adat Meepago Isaias Douw, dan Bupati Intan Jaya Natalis Tabuni, Bupati Nabire Meki Nawipa saat memberikan keterangan kepada media dalam pencegahan Covid-19 di wilayah adat Meepago yang tetap ikuti keputusan Gubernur Papua dari hasil rapat bersama di Gedung Negara Jayapura, Selasa (24/3) lalu. ( FOTO: Priyadi/Cepos)

JAYAPURA-Ketua Asosiasi Bupati Wilayah Adat Meepago,  Isaias Douw, didampingi Sekretaris  Asosiasi Bupati Wilayah Adat Meepago Natalis Tabuni, SS.,M.Si, dan Bupati Paniai Meki Nawipa menyatakan mendukung keputusan Gubernur Papua yang diambil dalam rapat bersama dengan Gubernur, Bupati dan Wali Kota serta Forkopimda dalam pencegahan Covid 19 di Papua.

  Dimana, untuk wilayah Meepago yang meliputi Mimika, Intan Jaya, Nabire, Dogiay, Deiyai dan Paniai, untuk akses di pelabuhan, bandar udara, maupun jalan darat penghubung kabupaten akan dilakukan penutupan  mulai 26 Maret 2020 kemarin. Akses ini bisa dibuka hanya untuk keperluan pengantaran logistik, tenaga medis dan hal yang sangat urgent sekali, melalui izin yang bisa dipertanggungjawabkan.

   “Virus Corona ini berbahaya, kami OAP jika tidak dilindungi dan dicegah dari penyebarannya di daerah Meepago kami bisa habis satu kali karena virus ini,’’ungkap Isaias Douw  kepada wartawan, Selasa (24/3) lalu.

   Untuk itu, para bupati yang tergabung dalam Asosiasi Bupati Adat Meepago harus bisa menjadi garda terdepan dalam melindungi masyarakatnya dari penyebaran Covid-19. Selain itu, para bupati yang telah membentuk gugus tugas pencegahan Covid-19 harus benar-benar bisa, lakukan  upaya pencegahan. Diantaranya dengan sosialisasi kepada masyarakat, agar tidak keluar rumah jika tidak penting, jangan panik, berperilaku hidup bersih dan sehat, rajin melakukan cuci tangan dan diharapkan  para pedagang tidak menimbun dan  menaikkan harga.

   “Kami akan berikan masker kepada masyarakat dan melakukan penyemporotan disinfektan di tempat ibadah, sekolah maupun tempat publik,’’jelasnya.

   Ditambahkan, untuk rumah sakit rujukan sendiri sudah disiapkan diantaranya di RSUD Nabire maupun RSUD Mimika dan untuk memberikan perhatian kepada petugas medis, pemerintah akan berikan insentif, sehingga dalam bekerja tetap maksimal.  “Nantinya para bupati di adat Meepago tetap akan memberikan bantuan dana dalam penanganan Covid-19, supaya persiapan juga maksimal,’’ungkapnya.

   Ditempat sama, Sekretaris Asosiasi Bupati Wilayah Adat Meepago sekaligus Bupati Intan Jaya Natalis Tabuni, SS.M.Si.,mengakui, kesepakatan bersama yang telah ditandatangi tersebut tetap akan dijalankan, termasuk Bupati Intan Jaya juga telah melakukan kesepakatan tersendiri bersama Bupati Nabire untuk menghentikan pesawat dari Nabire, termasuk kapal putih dari dan keluar nabire maupun Mimika dihentikan.

  “Pelabuhan dan bandara besar di nabire maupun Timika di tutup untuk penumpang, namun bagi logistic, medis dan keperluan emergenci bisa dibuka,’’ujarnya.

   Sementara itu, Bupati Paniai Meki Nawipa mengaku, dalam masalah pencegahan Covid-19, pihaknya telah membentuk tim gugus tugas yang bekerja 1×24 jam dengan 3 shif ada TNI/Polri dan lainnya. Selain itu, di Kabupaten Paniai juga telah menyiapkan pencegahan Covid-19 secara medis,  dalam pemeriksaan suhu tubuh bagi warga yang sakit, penyemprotan disinfektan di tempat ibadah dan sekolah maupun lainnya, jika ada warga yang terindikasi terkena gejala Covid-19 tetap langsung akan dirujuk ke Nabire atau Mimika.(dil/tri)