FOTO BERSAMA: Ketua Asosiasi Bupati se-Pegunungan Tengah yang juga Bupati Lanny Jaya, Befa Yigibalom, SE., M.Si., (kedelapan dari kiri), Bupati Mamberamo Tengah, Ricky Ham Pagawak, SH., M.Si., (ketujuh dari kiri) dan Bupati Jayawijaya, Jhon Richard Banua, SE., M.Si., (kesembilan dari kiri) foto bersama dengan Wabup Jayawijaya serta Forkopimda Jayawijaya dan Mamteng di depan gedung Wenehula Hubi, Wamena, Senin (27/4). (FOTO: Denny/Cepos )

Hasil Kesepakatan Tiga Bupati di Pegunungan Tengah 

WAMENA-Pemalangan yang dilakukan di beberapa daerah perbatasan antara kabupaten induk Jayawijaya dengan kabupaten pemekaran di wilayah Lapago yang dilakukan oleh relawan baik itu relawan Lapago atau relawan dari masing-masing daerah, nampaknya menimbulkan permasalahan terhadap arus logistik barang di Pegunungan Tengah Papua. 

Ketua Asosiasi Bupati se-Pegunungan Tengah Papua, Befa Yigibalom, SE., M.Si., menyatakan ada sedikit masalah ditingkat relawan yang melakukan pemalangan di beberapa daerah perbatasan. Untuk itu, apabila diumumkan jika saat ini Lapago sedang menuju titik 0 dari Covid-19, diharapkan tidak membuat kepanikan warga yang akhirnya melakukan pemalangan yang akan menimbulkan ekses lain.

Terkait hal itu, dalam pertemuan yang dilakukan Asosiasi Bupati se-Pegunungan Tengah yang dihadiri tiga bupati yaitu Bupati Lanny Jaya, Befa Yigibalom, SE., M.Si., Bupati Mamberamo Tengah, Ricky Ham Pagawak, SH., M.Si., dan Bupati Jayawijaya, Jhon Richard Banua, SE., M.Si., serta Forkopimda Kabupaten Jayawijaya dan Mamberamo Tengah di gedung Wenehula Hubi, Wamena, Senin (27/4) telah menghasilkan kesepakatan. 

“Hari ini kita putuskan arus logistik barang dari Wamena ke Mamteng, Lanny Jaya, Yalimo, Tolikara dan Puncak Jaya  serta Nduga yang boleh melintas hanya satu sopir dibantu satu kondektur. Itu tidak usah diperiksa oleh siapapun nanti yang memeriksa kabupaten yang menjadi tujuan,” ungkap Bupati Befa Yigibalom. 

Terkait kesepakatan ini, Befa Yigibalom meminta kepada tim relawan Lapago dan juga relawan Jayawijaya ataupun relawan dari kabupaten lainnya tidak melakukan pemeriksaan terhadap sopir dan kondektur yang mengangkut logistik barang ke kabupaten lain. 

Dikatakan, bagi tim relawan Jayawijaya harus memeriksa orang yang masuk ke Wamena. Menurutnya apabila dalam keadaan besar dan hura -hura maka harus kembalikan.

“Kami akan panggil tim relawan Lapago dan relawan Jayawijaya untuk menyamakan pikiran dan pandangan untuk membagi tugas, sehingga relawan menjadi ujung tombak pemda dalam memberikan sosialisasi,”beber Befa Yigibalom.

Ia juga mengatakan jika pegunungan tengah akan dibuat menjadi daerah yang bebas dari Covid-19, sehingga aktivitas masyarakat bisa  kembali seperti sediakala. Dimana pada akhirnya tidak ada lagi aktivitas palang-memalang di daerah perbatasan kabupaten induk dengan kabupaten pemekaran.

“Kalau daerah ini sudah zero maka aktivitas masyarakat akan kembali normal. Kami sudah sepakat untuk angkutan logistik bama dan bahan bangunan ke kabupate pemekaran tidak boleh dipalang lagi. Semua harus sampai di sana. Karena sekarang hanya jayawijaya sebagai penyuplay logistik ke wilayah Lapago,” tegasnya.

Di tempat yang sama Bupati Mamberamo Tengah, Ricky Ham Pagawak, SE., M.Si., mengatakan, saat ini Pemkab Mamteng sedang membangun kantor bupati dan bahan bangunan semuanya masuk melalui Kabupaten Jayawijaya. Oleh sebab itu, diharapkan untuk transportasi bahan bangunan harus bisa tembus sampai ke Mamteng.

“Kami butuh bahan bangunan sehingga pemalangan yang terjadi perlu dikaji ulang dan kami telah sepakat bersama tiga bupati di wilayah pegunungan tengah Papua,” ungkapnya. 

Diakuinya, Kabupaten Mamteng juga memiliki relawan. Namun Ricky Ham Pagawak mengaku telah mengeluarkan surat agar tidak menghalang-halangi kendaraan yang mengangkut logistik ke wilayahnya. 

Untuk itu, dengan kesepakatan ini maka untuk transportasi logistik harus tetap berjalan seperti biasa sesuai dengan yang telah disepakati bersama.

Senada dengan itu, Bupati Jayawijaya, Jhon Richard Banua, SE., M.Si., mengatakan dalam hasil rapat pemda sepegunungan tengah ini mendapat kesepakatan bersama terkait pemalangan di batas wilayah yang bisa menjadi kesalapahaman. 

Kesepakatan ini menurut Jhon Banua akan dilanjutkan ketua asosiasi dan ketua Gugus Penanggulangan Covid-19 wilayah Lapago.

“Mudah-mudahan ada satu kesepakatan yang baik untuk pemalangan di batas wilayah. Kami juga akan tetap melakukan koordinasi untuk mengantisipasi arus masuk dari kabupaten pemekaran ke daerah kita. Pasti kita akan menyiapkan orang di empat titik perbatasan,” pungkasnya. (jo/nat)