Anggota TNI-Polri saat meninjau lokasi TKP tewasnya tukang ojek di Puncak pada Sabtu (13/2). ( FOTO: Humas Polda Papua for Cepos)

JAYAPURA-Sebanyak 400 personel TNI-Polri disiagakan di Kabupaten Puncak untuk mengantisipasi aksi susulan dari KKB (Kelompok Kriminal Bersenjata) di daerah tersebut. Hal ini pasca tewasnya seorang tukang ojek dan penembakan yang dilakukan terhadap anggota saat meninjau lokasi kejadian.

Kapolres Puncak, AKBP. Dicky Saragih mengatakan, dengan jumlah tersebut. Pihaknya belum meminta bantuan penebalan pasukan dari Polda Papua.

 “Untuk sementara belum ada rencana penebalan pasukan, masih bisa ditangani anggota Polres Puncak dan satuan tugas TNI-Polri yang ada di Ilaga yang mendukung pengamanan,” ucap Kapolres Dicky saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Senin (15/2).

 Lanjut Kapolres, mengantisipasi kedepan agar kelompok ini tidak lagi melakukan gangguan terhadap masyarakat sipil dan TNI-Polri, maka akan ditingkatkan patroli gabungan khususnya di Ilaga ibukota Kabupaten Puncak Ilaga dengan melakukan sweeping.

 “Sweeping akan dilakukan di Ilaga, yaitu di jalanan dan pasar khususnya kepada masyarakat  yang masuk. Kita antisipasi dari kelompok ini masuk dalam kota membawa senjata dan mencari  sasaran kelengahan anggota TNI-Polri,” terangnya.

Menurut Kapolres, kelompok ini sengaja melakukan gangguan di wilayah Puncak demi mencari perhatian pemerintah terutama pejabat Pemda. Dengan melakukan intimidasi terhadap para kepala kampung yang tujuanya mencari dana untuk menambah stok amunisi mereka.

“Mereka kerap mengancam kepala kampung yang ada di Puncak agar diberikan uang dari dana desa. Dimana uang tersebut nantinya untuk membeli stok amunisi ataupun senjata,” bebernya.

Diakuinya bahwa kepala kampung kerap diteror. Untuk mengantisipasi hal tersebut maka akan didirikan Pos-pos TNI-Polri di wilayah rawan khsusunya di daerah muara dan wilayah jalan pinggir tempat pintu masuk dari Gome Utara ke Ilaga.

 “Pos tersebut untuk memberikan pelayanan dan pengamanan terhadap masyarakat lebih cepat, sehingga kejadian kemarin tidak terulang lagi,” kata Kapolres Dicky.

Menurut Kapolres, saat ini ada dua KKB yang mendiami wilayah Puncak yakni Lekagak dan Tenus Kuluwa. Dimana Lekagak mendiami daerah muara hingga daerah gome utara, sementara Tenus kuluwa daerah Kimak hingga Wilayah Muara.

 Sebelumnya, Sabtu (13/2) lalu personel gabungan yang hendak mengecek lokasi korban penganiayaan  ditembak KKB di camp PT. Unggul di jalan pinggir Kampung Ilambet Distrik Ilaga Kabupaten Puncak.

 Adapun yang melakukan pemantauan saat itu yakni personel TNI-Polri dan Forkopimda dalam rangka membahas situasi keamanan di Kabupaten Puncak. Dilanjutkan dengan menuju Kampung Mudidok yang dibakar oleh KKB yang diperkirakan merupakan kelompok Lekagak Telenggeng.

 Usai mengecek lokasi korban penganiayaan, rombongan kembali ke Ilaga. Namun dalam perjalanan mendapatkan tembakan dari arah jalan Mudidok seberang PT. Unggul dan di Dijuka. Selanjutnya personel gabungan melakukan tembakan balasan ke arah asal suara tembakan.

 Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal mengatakan, dalam kejadian tersebut, tidak terdapat korban jiwa dari personel gabungan. Saat ini personel gabungan terus meningkatkan patroli di seputaran Ilaga. (fia/nat)