*Kapolda: Pelaku Diduga KKB

JAYAPURA-Salah seorang staf Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Yahukimo Henry Jovinski (24), meninggal dunia dengan tiga tusukan benda tajam menancap di tubuhnya, Selasa (11/8) sekira pukul 14:00 WIT di Jembatan Brasa Kecil (Kali Teh), Distrik Dekai Kabupaten Yahukimo.

Irjen Pol Paulus Waterpauw ( FOTO: Elfira/Cepos)

Kapolda Papua, Irjen Pol. Paulus Waterpauw menyampaikan, pelaku diduga dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) sebanyak dua orang.

“Modusnya saya duga dilakukan kelompok yang sering menguasai areal jalur jalan tersebut. Sebab, kejadian ini di Jalan Trans Papua, kami akan sinergikan untuk mengecek bagaimana  penempatan pos-pos yang ada di sana, sehingga anggota lebih efektif dalam menjalankan tugas-tugas untuk mengamankan  aktivitas masyarakat dan pegawai,” ucap Kapolda Paulus Waterpauw kepada Cenderawasih Pos melalui telepon selulernya, Selasa (11/8) malam. 

Terkait dengan kejadian ini, Kapolda berharap penyelenggara Pilkada dalam hal ini KPU ataupun Bawaslu. Dalam aktivitas ke daerah yang rentan terhadap kekerasan, melibatkan anggota Polri untuk bisa ikut membantu pengamanan.

Kapolda Paulus Waterpauw menerangkan, kematian Henry pria asal Banyumas tersebut dalam perjalanan pulang bersama  rekan kerjanya bernama Kenang Mohi yang mengantarkan obat untuk isteri Kenan yang sakit bernama Carolina Pahabol di kediamannya yang ada di Dekai.

Henry dan Kenang sedang berboncengan menggunakan kendaraan roda dua. Namun, setiba di jembatan gunung. Keduanya dihadang pelaku yang diduga adalah KKB.

“Pertama yang melakukan penghadangan sebanyak 1 orang pelaku dengan ciri-ciri berambut gimbal bercirikan seperti pasukan KKB yang ditujukan kepada Henry dengan pertanyaan kamu (korban, red) orang apa dan mana KTP,” terang Kapolda.

Lanjut Kapolda, saat korban sedang menjelaskan. Ia telah ditusuk dari belakang, sehingga korban terjatuh. Tak lama kemudian, satu pelaku lainnya muncul dari semak-semak  dan melakukan penganiayaan yang sama terhadap korban.

“Si Kenan karena ia orang asli setempat maka tidak disentuh. Malah, Kenan sempat berteriak dengan meminta agar dirinya juga dianiaya dan dibunuh sekaligus,” tutur Kapolda sebagai  keterangan saksi yang baru saja ia terima dari penyidik Polres Yahukimo.

Lanjutnya, kejadian tersebut menyebabkan jenazah mengalami tiga tusukan di tubuhnya. Satu tusukan di bagian belakang, satu tusukan di bagian dada dan satu luka sayat di leher. Jenazah saat itu langsung dibawa ke RSUD Dekai dan dilakukan visum.

“Jenazah sementara disemayamkan di Masjid yang ada di sana, direncanakan Rabu (12/8). Akan diterbangkan ke Jayapura dan selanjutnya dibawa ke Banyumas tempat asalnya,” ucap Kapolda.

Terkait kejadian tersebut, Kapolda mengaku telah  memerintahkan Direktur Reskrimum, Wadir Intel yang  merupakan mantan Kapolres Yahukimo bersama penyidik dan Dansat Brimob serta beberapa  perwira akan turun langsung ke Yahukimo untuk mendalami kasus ini. Sementara dua saksi telah dimintak keterangan yakni Kenan dan Carolina yang merupakan isteri Kenan.

“Selaku Kapolda saya mengucapkan belasungkawa dan keprihatian yang mendalam  terhadap kejadian ini,” kata Paulus Waterpauw.

Sementara itu, kronologi kejadian yang diterima Cenderawasih Pos menyebutkan bahwa sekira pukul 14.00 WIT, saksi Kenan Mohi (35) bersama korban bergerak  dari arah kantor KPU Yahukimo menggunakan sepeda motor menuju rumah saksi di Jalan Gunung, tepatnya di sekitar Kali Teh untuk mengantar obat.

Setelah melintasi Jalan Gunung, tepat di atas Jembatan Kali The, saksi dan korban dihadang seorang pria yang bercelana loreng dan berambut gimbal memegang dua sangkur. Pelaku kemudian  menanyakan identitas kedua korban dan meminta KTP. 

Setelah KTP diterima, pelaku menuju ke arah belakang korban dan langsung menusuk bagian punggung korban. Saat itu juga saksi berlari meninggalkan sepeda motor sambil teriak minta tolong. 

Namun tiba-tiba datang teman pelaku dari arah kali sambil memegang sebilah sangkur dan langsung menusuk korban  di bagian leher. Selanjutnya para pelaku melarikan diri.

Adapun barang bukti yang diamankan yaitu satu unit sepeda motor matic Yamaha Soul GT warna hitam merah dengan nomor polisi DD 5298 DI. Satu lembar baju kaos lengan panjang berwarna hitam pada lengan baju sebelah kanan terdapat lambang bendera merah putih dan di lengan sebelah kiri. Satu lembar celana kain berwarna hitam merk CDL dan sebuah tas samping. (fia/nat)