MINTA KETERANGAN: Kasat Reskrim Polres Jayawijaya Iptu Mattinetta, S.Sos, MM saat meminta keterangan dari Kalapas Wamena Hardy Widiyoso di Lapas Wamena Minggu (17/1). ( FOTO: Polres Jayawijaya for Cepos)

Kabur Saat Ibadah Minggu, Dijemput Mobil Ford Ranger

WAMENA-Sebanyak 19 orang narapidana Lapas Wamena  dikabarkan melarikan diri, Minggu (17/1) sekira pukul 11.00 WIT.  Mereka kabur melalui pintu utama Lapas, saat pelaksanaan ibadah Minggu. 

Sebelum kabur, 19 narapidana ini mengancam seorang petugas Lapas atau sipir dengan alat tajam. Setelah berhasil keluar dari dalam Lapas, mereka langsung melarikan diri menggunakan mobil Ford Ranger yang diduga menjemput 19 narapidana yang kabur ini. 

Kapolres Jayawijaya AKBP. Dominggus Rumaropen yang dikonfirmasi Cenderawasih Pos, membenarkan adanya laporan kaburnya 19 orang narapidana dari Lapas Wamena. 

“Benar hari ini (kemarin) sekira pukul 11 .00 WIT, 19 narapidana melarikan diri dari Lapas. Mereka kabur dengan cara mengancam petugas Lapas yang berjaga dengan sebuah alat tajam berupa besi yang ditajamkan, dan disimpan di pinggang. Mereka dengan mudah lari dari pintu utama Lapas,” bebernya.

Dengan melihat kronologi kaburnya 19 narapidana ini, Dominggus Rumaropen menduga, aksi pelarian ini sudah direncanakan sebelumnya. Apalagi setelah berhasil keluar dari dalam Lapas, 19 narapida ini kabur menggunakan mobil yang diduga telah dipersiapkan. 

“Mereka kabur saat ibadah Minggu berlangsung. Awalnya, ada 2 narapidana yang mendahului dengan mengancam petugas Lapas menggunakan alat tajam di pos utama. Setelah itu, 17 narapidana lainnya lari dengan mudah keluar dari pintu utama,” ucapnya.

“Ironisnya sampai di Jalan Hom-hom, ada satu mobil Ford Ranger yang menjemput 19 orang narapidana itu. Sepertinya mereka sudah merencanakan pelarian ini dengan orang luar Lapas, sehingga mereka bisa dijemput,” sambungnya.

Polres Jayawijaya menurut Rumaropen saat ini masih melakukan penyelidikan dan memburu 19 narapidana yang kabur. Pihaknya juga telah mengantongi identitas pemilik mobil Ford Ranger warna silver yang menjemput 19 narapidana tersebut. “Pemiliknya, mantan narapidana Lapas Wamena. Mobil yang menjemput ini melarikan diri ke arah Muai. Kalau ke arah Muai berarti selanjutnya ke arah Distrik Ibele,” tuturnya. 

Setelah mendapat laporan dari Kalapas Wamena kepada Kapolsek Wamena Kota yang diteruskan ke Polres Jayawijaya, Rumaropen langsung memerintahkan Kasat Reskrim , Shabara, Kasat Intel dan Kapolsek Wamena Kota turun ke lapangan untuk meminta keterangan dari para petugas Lapas Wamena.

Terkait dengan kaburnya 19 narapidana ini, Rumaropen mengimbau masyarakat yang mengetahui keberadaan para narapidana di kampung masing-masing, agar bisa melaporkan ke pihak kepolisian.

“Kalau masih ragu bisa melaporkan kepada kepala kampung dan kepala kampung melanjutkan melaporkan kepada kami. Kami juga meminta keluarga dari para narapidana yang melarikan diri, bisa koperatif memberikan informasi atau mengantarkan mereka ke Polres Jayawijaya. Pasti kami kembalikan dengan baik juga,” tambahnya.

Secara terpisah Kepala Lapas Wamena, Hardy Widiyoso mengatakan, 19 narapidana ini sebelumnya mengancam petugas. Awalnya, narapidana atas nama Akiok Wuka yang mengancam petugas dengan sebilah pisau. Tidak lama kemudian, datang narapidana Nerius Wenda membawa dua buah besi dan langsung mengancam petugas yang saat itu berjumlah 4 orang.

“Petugas yang ditodong alat tajam sempat melakukan perlawanan agar mereka tidak kabur. Namun petugas yang melaksanakan pengawasan hanya 4 orang di hari Minggu, sehingga mereka bisa kabur,” ucapnya.

Hardy Widiyoso mengakui ketersidiaan anggota Lapas Wamena masih sangat minim. Meskipun sudah mendapat tambahan petugas baru, namun mereka masih perlu berorientasi. “Pelarian ini sudah mereka rencanakan sebelumnya. Kami sudah melaporkan kepada kepolisian dan TNI untuk membantu melakukan pengejaran,” pungkasnya. (jo/nat)