dr. Silwanus Sumule, Sp.,OG(K)

JAYAPURA- Juru Bicara Satgas Covid-19 Provinsi Papua, dr. Silwanus Sumule, Sp.,OG(K) menyebutkan bahwa perhatian khusus saat ini diberikan pula bagi daerah dengan jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang cukup tinggi.

Silwanus Sumule

Dalam hal ini, ODP di Mimika di angka 1.648, Kota Jayapura dengan 857, Tolikara dengan 281, Nabire berjumlah 97, Puncak sebanyak 91, Boven Digoel dengan angka 52, Merauke berjumlah 48, 35 orang di Kabupaten Jayapura, 34 orang di Jayawijaya, 23 orang di Mambra, 21 orang di Supiori, 18 orang di Yahukimo, 18 orang di Pegubin, 13 orang di Waropen, 12 orang di Yapen, 7 Orang di Keerom, 5 orang di Mappi, 5 orang di Intan Jaya, dan 3 orang di Puncak Jaya, serta 2 orang di Sarmi, dan 1 orang di Biak Numfor.

“Angka itu menunjukkan bahwa masih ada potensi penularan yang terjadi masing-masing daerah. Demikian, dalam penanganannya, segera ambil langkah dalam melakukan Rapid Test, melakukan tracing, tes, dan pengobatan sedini mungkin,” ujar Juru Bicara Satgas Covid 19 Provinsi Papua, dr. Silwanus Sumule, Sp.,OG(K) Kamis (25/6) kemarin.

“Jika hasil Rapid Test menyatakan reaktif, maka segera dilanjutkan dengan Swab. Jika hasil swab positif, maka harus ambil langkah, di mana jikalai masyarakat menyetujui isolasi mandiri, itu bisa dilakukan, namun dengan catatan mampu dan wajib melaksanakan protokol kesehatan. Jika petugas kesehatan lihat mereka tidak mampu isolasi mandiri, segera ambil langkah taktis dengan membawa mereka ke ruang isolasi yang telah disiapkan pemerintah. Sinergitas diperlukan agar persoalan Covid-19 di Papua dapat diselesaikan,” pungkasnya. (gr/gin)