Stadion Papua Bangkit masuk nominasi stadion terbaik di dunia situs StadiumDB. (FOTO: Erik / Cepos)

Stadion Papua Bangkit

JAYAPURA – Kabar menggembirakan hadir dari ufuk timur Indonesia, dimana Stadion kebanggan masyarakat Papua, Stadion Papua Bangkit masuk dalam nominasi Stadion terbaik di dunia atau Stadium of the Year 2019 versi situs StadiumDB. Stadion Papua Bangkit akan bersaing dengan 21 Stadion di dunia. StadiumDB memilih 21 Stadion sebagai nominasi berdasarkan Stadion yang telah selesai dibangun pada tahun 2019.

Tahun 2019 merupakan edisi yang ke-10 bagi StadiumDB melakukan pemilihan nominasi stadion terbaik di dunia. Untuk memilih, pilih stadion ‘lima teratas’ dari daftar 21 kandidat melalui situs StadiumDB.com, berikan peringkat bintang 5 ke stadion terbaik, bintang 4 ke peringkat kedua dan secara analog dengan bintang 3, 2 dan 1.

Setiap bintang berarti satu poin untuk stadion yang anda pilih, sehingga secara total anda memiliki 15 poin untuk diberikan. Ingatlah untuk memilih lima stadion, jika tidak, suara anda tidak akan dihitung. Voting akan berlangsung hingga 25 Februari 2020.

Stadion Papua bangkit merupakan Stadion kedua terbaik di tanah air, setelah Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta. Stadion berkapasitas 40.263 ribu penonton yang terletak di kampung harapan itu akan menjadi venue opening ceremony dan closing ceremony Pekan Olahraga Nasional (PON) XX tahun 2020 pada bulan oktober-november 2020 itu.

Sejak dibangun pada April 2017, meski Stadion yang memiliki fasilitas bertaraf Internasional itu menjadi kedua di Indonesia, namun Stadion Papua Bangkit memiliki beberapa keunggulan ketimbang Stadion GBK. Seperti punya dua lapangan bola, lapangan utama dan lapangan pemananasan. Stadion ini juga memiliki dua lintasan atletik. Lintasan di lapangan utama dan lintasan di lapangan pemanasaan.

Berbicara soal lintasan atletik Stadion Papua Bangkit juga telah diverifikasi menjadi nomor satu yang berstandar Internasional Association of Athletics (IAAF). Sementara untuk segi lampu, stadion kebanggan masyarakat Papua itu menggunakan 199 lampu yang merupakan produk Eropa yang bisa diatur mengikuti musik, dengan kekuatan pencahayaan 1.800 lux.

Semnetara untuk dua scoring board, juga merupakan produk Eropa. Bahkan rumput lampangan sendiri menggunakan rumput Zoysia Matrella yang telah sudah standar FIFA.

Untuk sound sistem, stadion yang dibungun menggunakan anggarn APBD Papua Rp1,3 triliun itu, mengunakan 88 unit spekear yang didatangkan langsung dari Jepang dengan menggunkan teknologi spesifikasi tinggi. (eri/gin).