Mengenang Kepergian Putra Terbaik Papua Letjen TNI Herman Asaribab

Keluarga, kerabat dan masyarakat langsung mendatangi rumah duka Letjen TNI Herman Asaribab di Cogombong Kotaraja Selasa (15/12) kemarin. ( FOTO: ELFIRA/CEPOS )

Sebuah kabar mengejutkan bagi Tanah Papua, salah satu putra terbaik Papua Letjen Herman Asaribab dipanggil Tuhan Senin (14/12) lalu ketika bintangnya tengah bersinar yakni menjadi Wakil Kepala Staf Angkatan Darat.

Laporan-  Elfira

Jarum jam menunjukan angka 12:50 WIT ketika mobil jenazah yang membawa Wakasad Letjen TNI Herman Asaribab dari Bandara Sentani tiba di rumah kediaman orang tuanya di Perumahan Pemda II blok G 20, Jalan Cigombong, Kotaraja Dalam, Kelurahan Vim, Distrik Abepura, Selasa (15/12) kemarin.

Isak tangis keluarga pecah saat peti jenazah dikeluarkan dari mobil lalu peti jenazah dipikul oleh TNI-Polri. Deretan TNI-Polri dan keluarga menyambut putra terbaik Papua  dengan isak tangis, sedang jejeran bunga papan ucapan duka dari berbagi instansi tertata rapi di sudut jalan masuk rumah duka.

Sebelumnya di Apron 1 Bandara Sentani. Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Ignatius Yogo Triyono, M.A secara langsung memimpin upacara penyambutan Jenazah Letjen TNI Herman Asaribab yang meninggal  akibat sakit di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto, Senin (14/12) sekira pukul 13.40 WIB.

Kepergian pria 56 tahun yang pernah mendapat tanda jasa Bintang Yudha Dharma Pratama itu meninggalkan duka bagi keluarga dan orang-orang yang mengenal dekat almarhum.

Direktur Elsham Papua  Pdt Matheus Adadikam yang merupakan keluarga almarhum mengaku teramat kehilangan sosok keluarga yang ia kenal teramat dekat dengan masyarakat dan kerap mengandalkan Tuhan.

Ia mengenang almarhum dalam kedinasannya sejak awal masuk Akabri hingga saat ini selalu membanggakan orang Papua  terutama keluarga. Dalam tugas keseharian, almarhum dikenal sebagai sosok yang mengandalkan Tuhan dalam setiap tugas.

“Selain tongkat komando, alkitabnya selalu jadi pegangan  yang kuat bagi dia,” ungkap Pdt Adadikam sembari mengenang terakhir komunikasi dengan saudaranya itu pada akhir Desember saat berangkat ke Jakarta.

Kepergian Letjen TNI Herman Asaribab merupakan kehilangan yang luar biasa, bukan  hanya dari keluarga namun juga orang Papua. Sebab, untuk mencapai posisi seperti Wakasad   untuk orang Papua  bukanlah posisi yang gampang. Itu merupakan prestasi yang dicapai, bagi keluarga almarhum sudah melakukan pengabdian terbaiknya untuk negara bangsa.

“Herman itu keluarga punya, tapi seluruh hidupnya diabadikan untuk masyarakat, bangsa dan negara. Secara nyata kami keluarga hanya memiliki waktu sedikit bersama almarhum, waktunya lebih banyak melayani masyarakat, mengabdi untuk bangsa dan negara,” tuturnya.

Di mata Pdt Adadikam, almarhum seorang tentara yang menjalankan tugas dengan penuh kasih sayang. Sehingga itu, jika ada kesalahan yang dibuat secara manusiawi atas nama keluarga mohon dimaafkan.

“Apa yang sudah dilakukan untuk banyak orang dalam pelayanan bagi kami keluarga dia telah melakukan pekerjaannya dengan baik, memberikan  perlindungan untuk masyarakat, bangsa dan negara itu adalah pengabdian luar biasa,” tuturnya.

Sementara itu Direktur Papua  Language Institusi (PLI) Samuel Tabuni mengenal sosok bintang tiga itu sebagai pemimpin yang bekerja jujur, bijaksana, suka dengar-dengaran kepada siapapun  yang bicara dengan beliau.

“Suka membantu  itu ciri khas pemimpin yang menurut saya sangat kehilangan, kami masih butuh keberadaan beliau di tanah Papua  sebagai orang tua bagi kami. Namun tuhan berkehendak lain,” ungkapnya.

Samuel sendiri terakhir berkomunikasi dengan mantan Pangdam XVII/Cenderawasih pada 9 November. Dimana saat itu almarhum mengirin pesan WhatsApp kepadanya yang akan melakukan Check Up di jakarta. Namun setelah itu, 13 November ia coba mengirim pesan kepada almarhum namun WhatsApp tak lagi aktif.

Setelah kepergian almarhum, yang paling diingat Samuel adalah ketika almarhum menyampaikan kepada dirinya bahwa yang bisa urus orang Papua  hanyalah orang Papua  sendiri. Ketika kita ambil posisi apapun, maka harus bekerja sungguh-sungguh dan memastikan semua orang Papua  tidak ada yang dikecewekan.

“Beliau  sosok yang begitu pro terhadap orang Papua. Jarang berbicara di media yang kontroversial, beliau selalu berbicara hal-hal yang menyejukkan. Ketika suasana Papua  yang semakin tegang, beliau tetap tenang,” kenang Samuel.

Di mata Samuel, putra Papua  yang baru saja menjabat sebagai Wakasad merupakan pelayan yang luar biasa, menjadi pelayan aktif di gereja tapi juga pelayan di Angkatan Bersenjata.

Sementara itu, Kapendam XVII/Cenderawasih Letkol Arm Reza Nur Patria mengatakan Letjen Herman Asaribab akan dimakamkan dengan Tata Upacara Militer di TMP Kusuma Trikora, Waena Jayapura yang dipimpin oleh Koordinator Staf Ahli Kepala Staf TNI AD, Letnan Jenderal TNI Ali Hamdan Bogra. (*/wen)