Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten  Merauke  dr. Nevile R. Mukita  dan Direktur  RSUD Merauke dr. Yenny Mahuze saat  mendengarkan  penjelasan  dari Tim  yang  memasang dan uji coba alat pemeriksaan spesimen swab di RSUD Merauke,  Kamis  (4/6)  malam.  ( FOTO: Yamamoto Sasarari fopr Cepos )

MERAUKE-Jika selama ini,   spesimen   swab yang diambil dari pasien  Corona,  PDP, OTG maupun ODP masih  harus dikirim ke  Jakarta  atau Jayapura untuk  dilakukan  pemeriksaan  di laboratorium, maka sekarang ini    spesimen  tersebut tidak  perlu  dikirim  jauh-jauh. Pasal,  alat  pemeriksaan Covid-19  dengan Test Cepat   Molekuler  (TCM)   tersebut  sudah ada di  RSUD Merauke. 

   Pemasangan dan ujicoba TCM  ini  dilakukan langsung  oleh Tim dari  Dinas Kesehatan  Provinsi Papua. Kepala Seksi  Pencegahan dan Pengendalian Penyakit  Dinas Kesehatan Provinsi Papua Yamamoto Sasarari  ketika  dihubungi  media  ini  lewat telpon selulernya,  seusai melakukan pemasangan  dan percobaan  alat tersebut   mengungkapkan  bahwa  alat  pemeriksaan  Covid-19  tersebut sudah  dapat  digunakan. 

   “Itu sudah bisa langsung digunakan. Tinggal   dilaunching   Bupati kalau   masih  gunakan acara seremoni,’’ kata  Yamamoto Sasarari.  

   Yamamoto  Sasarari   menjelaskan bahwa kapasitas TCM   ini   adalah 4  spesimen   dengan  durasi  pemeriksaan selama 45  menit. ‘’Kalau   sekali   masuk bisa  4 spesimen.  Kalau   misalnya dalam   satu hari bisa  sampai 30 spesimen  bisa  diperiksa kalau SDMnya siap,’’ katanya.  

   Soal   keakuratan  dari alat  ini, Yamamoto mengaku   100 persen. ‘’Tidak perlu diragukan. Keakuratannya  100 persen.  Hasilnya sama dengan alat  yang  digunakan di Jayapura dan  Jakarta,” tandasnya.

   Secara  terpisah, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke  dr. Nevile Muskita  menjelaskan hal yang sama.  ‘’Ya, alatnya sudah bisa digunakan.,’’ katanya. Dengan  begitu, jelas   Nevile,  spesimen   yang akan  diperiksa tidak perlu  dikirim ke luar Merauke. ‘’Tapi,  kita lihat  dari kapasitas   pemeriksaannya. Karena    kapasitas  terbatas,’’ jelasnya.   

    Sebab, nantinya alat ini  tidak hanya   melayani   spesimen  swab  dari  Merauke  dari juga dari   kabupaten  tetangga. Sementara  Direktur RSUD Merauke dr.  Yenny  Mahuze  memberikan  penjelaskan yang  berbeda. Dihubungi   media ini,  Yenny Mahuze mengaku  jika  alat tersebut masih diujicoba. “Belum bisa digunakan  tapi masih diujicoba  dulu. Sekarang masih  disiapkan. Kalau sudah siap,  nanti kami  infokan,” tandas  Yenny Mahuze dari balik    telpon selulernya. (ulo/tri)