BUDIDAYA PERIKANAN -Komisi II DPR Papua mengecek langsung potensi perikanan budidaya di Kampung Mansram Kabupaten Supiori, Jumat (21/2) kemarin. Persoalan perikanan kelautan di sini masih sama yakni belum tergarap dengan baik.  ( FOTO: Gamel/Cepos )

SUPIORI – Hasil kunjungan Komisi II DPR Papua mencatat bahwa dari potensi perikanan laut khususnya perikanan tangkap yang ada di Supiori ternyata perlu disuport oleh pemerintah dalam hal fasilitas infrastruktur. Yang paling dibutuhkan ada beberapa item yaitu Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI)  dan peralatan tangkap lainnya.

   “Kami sudah menunggu sejak lama dan yang paling dibutuhkan adalah PPI dan tentu alat tangkap. Ini agar ada sentral dimana nelayan setelah melaut mereka akan mengumpulkan hasil tangkapannya di satu titik dan pemerintah membantu memasarkan. Selama ini itu yang sedang kami tunggu,” kata Septinus Edward Krey Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Supiori di sela-sela kunjungan Komisi II DPR Papua, Jumat (21/2) 

   Jika PPI disiapkan maka pihaknya memastikan bisa menghitung  potensi perikanan yang diperoleh nelayan setiap hari atau setiap bulan. “Kalau hitungan sementaranya setiap hari nelayan kami bisa mendapatkan 2 ton tapi ini masih hitungan kasar, kalau sudah ada PPI paling tidak  akan membantu data yang bisa dipakai termasuk oleh statistik,” jelasnya. 

  Ia juga melihat potensi perikanan budidaya juga sedang diajarkan kepada nelayan agar ketika sewaktu-waktu dibutuhkan, stok ikan tetap tersedia. “Hanya memang harus telaten sebab waktu panennya 6-7 bulan,” imbuhnya. 

  Terkait ini, Ketua Komisi II DPRP, Mega Nikijulu  tak menampik jika potensi perikanan di Supiori baik perikanan tangkap maupun perikanan budidaya sangat menjanjikan. Hanya sayangnya hingga kini potensi tersebut belum tergarap dengan baik. “Potensinya besar tapi sayang tidak  maksimal digarap. Ini akan jadi bahan evaluasi kami termasuk tetap mendukung dinas disini dalam hal penganggaran,” imbuhnya. (ade/tri)