BERSIHKAN LONGSOR: Alat berat yang dimobilisasi PJN Wilayah IV Wamena, saat membersihkan material tanah longsor sepanjang jalan Trans Wamena-Jayapura menuju Kali Wara, Minggu (10/10 kemarin. ( FOTO: PJN Wilayah IV Wamena for Cepos)

WAMENA-Pelaksana Jalan Nasional (PJN) Wilayah 4 Wamena memastikan jika alat berat yang dikerahkan ke Kali Kill lokasi longsoran kini mulai menyisir jalan tersebut menuju ke Kali Wara. Alat berat ini memindahkan longsoran tanah yang menutup ruas jalan trans Wamena-Jayapura.

Kepala PJN Wilayah IV Wamena, Andarias Tangkebaru mengatakan saat ini alat berat yang dikerahkan mulai menyisir ke arah kali Wara. 

Dalam penyisiran tersebut, alat berat tak bisa langsung menuju ke titik longsoran. Sebab masih harus membersihkan beberapa ruas jalan yang juga ada longsoran kecil yang menutup jalan.

“Kita sudah mulai mobilisasi alat berat menuju kali Wara untuk mengangkut material longsoran yang menutup jalan trans Papua Wamena-Jayapura. Namun sepanjang jalan masih ada longsoran kecil yang juga harus dibereskan,”ungkapnya kepada Cenderawasih Pos, Sabtu (9/1).

Andarias mengaku akan terus berusaha untuk memobilisasi alat hingga ke Kali Kill yang merupakan lokasi putusnya jembatan. Namun, pihaknya juga harus membersihkan material yang menumpuk menutup ruas jalan menuju Kali Kill.

Dikatakan, titik pertama longsoran yang besar itu di Kali Wara. Dari Kali Wara, alat berat menurut Andarian akan bergerak ke Kali Kill untuk melihat kondisi jembatan yang patah akibat longsor.

“Kami masih berupaya sisir sepanjang jalan. Sebab banyak juga longsoran kecil yang menutup jalan. Oleh karena itu alat berat harus membersihkan setiap titik longsoran di jalan hingga menuju ke Kali Wara,”jelasnya.

Ia juga memastikan jalan trans Papua yang menghubungkan Wamena-Jayapura memang belum bisa dibuka untuk umum. Karena memang tak bisa dilalui. Sebab ada jembatan yang terputus. 

Pihaknya akan mencoba untuk berupaya melihat kondisinya apakan masih dimungkinkan diperbaiki atau tidak bisa lagi. Sehingga alternatifnya mungkin akan dibuatkan jembatan  gantung.

“Sebenarnya kita tak ingin menutup jalan ini. Namun kondisi tak memungkinkan untuk dilalui dengan kendaraan mobil atau truk. Sebab memang jembatan itu putus, sehinggatidak bisa dilewati,” bebernya.

Andarias Tangkebaru juga belum bisa memastikan kapan pekerjaan membersihkan material longsoran ini rampung. Sebab semua tergantung dari kondisi cuaca di Kabupaten Yalimo. Namun yang jelas pekerjaan ini membutuhkan waktu yang agak panjang. Sebab selain longsoran ada juga jembatan yang putus. Hal ini yang sedikit sulit untuk cepat mobilisasi alat berat .

“Kami belum bisa pastikan kapan pekerjaan ini selesai. Karena semua tergantung mobilisasi alat berat dan cuaca. Kalau hujan akan menyulitkan kami lagi. Namun kami tetap berupaya secepat mungkin bisa memulihkan jalan tersebut,” tutupnya. (jo/nat)