Ketua Koordinator Bencana Mekinus Yando dan Septi Nispan saat menunjukkan  foto bencana yang terjadi di Yahukimo kepada wartawan di Jayapura, Minggu (1/3). ( FOTO: Noel/Cepos)

JAYAPURA-Hujan lebat yang menggujur selama dua hari sejak 21-22 Feburari 2020 lalu mengakibatkan terjadinya bencana tanah longsong yang menimpa  perkebunan dan rumah warga di 4 Kampung  yang ada di distrik Nipsan Kabupaten Yahukimo.

  Koordinator Bencana Longsor di Distrik Nipsan, Mekinus Yando mengatakan, di kampungnya yang berada di Distrik Nipsan,  sejak 21-22 Februari  memang terjadi hujan lebat hingga siang hari. Pada sore hari sekira pukul 6:00 WIT, terjadi longsor dari Kaki Gunung hingga Kali Banjir dan jembatan putus serta rumah-rumah dan kebun-kebun tertimbun. 

  “Longsor dari kaki gunung ini menyebabkan 5 jembatan putus diantaranya 3 jembatan kali Iluk dan 2 jembatan kali Bal-Bale,  akibatnya rumah warga, kandang ternak Babi, Kandang Ayam, dan perkebunan dari 4 Kampung di antarnya kampung Walmak, Tapla, Nipsan, Biu di distrik Nipsan  menjadi rusak,” kata Yando di Jayapura, Minggu (01/03).

  Akibat bencana alam ini, masyarakat di 4 Kampung tersebut terisolasi karena putusnya akses jembatan dari kampung ke distrik Nipsan. Mereka kehabisan makanan. Masyarakat sangat membutuhkan bantuan dari semua pihak. 

  “Akibat hujan dan longsor tersebut 11 lokasi perkebunan Masyarakat semua tertimbun longsor dan Masyarakat sakit-sakit. Kami mohon kepada distrik setempat, Pemerintah Yahukimo yaitu Bupati, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Sosial, Dinas Kesehatan kabupaten dan Provinsi Papua dan DPRD, DPRP, DPR RI memberikan bantuannya,” kata Yando.

  Sementara itu Sekertaris Bencana Alam, distrik Nipsan  Septi Nipsan mengaku  membuka posko bantuan di Jayapura. “Kami saat ini lakukan mediasi dan buka Posko yang berhadapaan dengan kantor KPU Kota Jayapura, di kelurahan Asano, Distrik Abepura,” katanya. (oel/tri)