Daniel Womsiwor, Doktor Pertama OAP di Bidang Kedokteran Olahraga

Dr. Daniel Womsiwor, S.Pd, M.Fis., AIFO (tengah), saat foto bersama dengan dua pimpinan dari Universitas Cenderawasih, usai ujian promosi doktor di Fakultas Kedokteran Universitas Udiyana yang dilaksanakan secara daring di Auditoroum Uncen, Rabu (4/11) kemarin. ( FOTO: Yewen/Cepos)

Papua tak hanya memiliki dokter yang berprofesi sebagai tim medis di rumah sakit, tetapi kini Papua memiliki doktor bidang kedokteran olahraga. Dia adalah Dr. Daniel Womsiwor, S.Pd, M.Fis., AIFO. Apa yang akan dilakukan setelah ini?

Laporan: Roberthus Yewen

Rabu (04/11) menjadi sebuah catatan sejarah bagi Dosen Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK), Daniel Womsiwor, S.Pd, M.Fis., AIFO, yang secara resmi dipromosikan sebagai Doktor Bidang Program Studi Kedokteran Olahraga di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana.

Tempat kurang lebih pukul 11.00 Wit, Dr. Daniel Womsiwor melakukan presentase ujian promosi doktor yang dilakukan secara virtual melalui aplikasi zoom. Ujian secara online ini berlangsung di Auditorium Universitas Cenderawasih.

Waktu yang diberikan oleh ketua tim promotor dari Fakultas Kedokteran Universitas Udayana hanya 15 menit untuk Daniel Womsiwor mempresentasikan disertase dengan judul “Pemberian Jus Buah Merah dan Pelatihan Tahap Persiapan Khusus Meningkatkan Kemampuan Komponen Fisik Dasar, Menurunkan Kadar Asam  Laktat Darah Pemain Sepekbola Persipura Junior”.

Dari hasil penelitian disertase yang dilakukan ini telah membuktikan bahwa pemberian jus buah merah ini dapat meningkatkan latihan konvensional meningkatkan kadar asam laktat darah pada pemain sepakbola Persipura Junior, latihan konvensional meningkatkan kemampuan komponen fisik dasar pada pemain sepakbola Persipura junior, latihan tahap persiapan khusus menurunkan kadar asam laktat darah pada pemain sepakbola Persipura junior, latihan tahap persiapan khusus meningkatkan kemampuan komponen fisik dasar pads pemain sepakbola Persipura junior.

Kombinasi pemberian jus buah merah dan latihan tahap persiapan khusus menurunkan kadar asam laktat darah pada pemain sepakbola Persipura junior, kombinasi pemberian jus buah merah dan latihan tahap persiapan khusus meningkatkan kemampuan komponen fisik dasar pada pemain sepakbola Persipura junior, kombinasi pemberian jus buah merah dan latihan tahap persiapan khusus lebih baik dibandingkan dengan latihan persiapan khusus dan latihan koblnvensional untuk menurunkan kadar asam laktat darah pada pemain sepakbola Persipura junior, dan kombinasi pemberian jus buah merah dan latihan tahap persiapan khusus lebih baik dibandingkan dengan latihan tahap persiapan khusus dan latihan konvensional untuk meningkatkan kemampuan komponen fisik dasar pada pemain sepakbola Persipura junior.

Usia presentase disertase yang dilakukan oleh Daniel Womsiwor. Kemudian ketua tim promotor mempersilahkan para promotor untuk memberikan tanggapan dan pertanyaan. Kurang lebih ada 12 orang promotor yang terdiri dari guru besar atau profesor dan doktor.

Masing-masing promotor memberikan masukan dan pertanyaan-pertanyaan kepada Daniel yang berkaitan dengan hasil penelitian disertasenya tersebut.

Mantan petinju dan pelatih sepakbola itu terlihat berdiri mengenakan kemeja di depan podium, sambil mendengarkan masukan dan pertanyaan dari setiap promotor. Setiap promotor terlihat memberikan pertanyaan kepada Daniel Womsiwor.

Berbagai masukan dan pertanyaan dari promotor berhasil dijawab dengan baik oleh Daniel Womsiwor. Tak terasa sudah kurang lebih 3 jam tanya-jawab yang dilakukan. Meskipun demikian, Daniel tetap menyimak setiap pertanyaan dan masukan dari tim penguji tersebut.

Setelah semua promotor memberikan masukan dan pertanyaan, maka selanjutnya ketua tim penguji menskorsing waktu kurang lebih 15 menit. Waktu skorsing ini digunakan oleh promotor, untuk menentukan hasil dan kelulusan dsri presentase disertasi yang disampaikan oleh Daniel Womsiwor.

Setelah 15 menit, ketua tim promotor, Prof. Dr. dr. I Ketut Suyasa, Sp.D.SP.OT(K) kemudian membacakan hasil dan kelulusan dari sidang promosi doktor dari Daniel Womsiwor.

Setelah menimbang dan memperhatikan hasil presentase disertasi, hasil penelitian yang dilakukan, dan hasil pengujian yang sudah dilakukan hari ini (kemarin-red), maka tim promotor memutuskan Daniel Womsiwor resmi dinyatakan lulus dan menyandang gelar doktor.

Mendengar kelulusan Daniel Womsiwor, kedua orang tuanya yang duduk di kursi paling depan tak henti-hentinya menahan rasa haru dan gembira. Sang ayahnya sudah berusia 80-an tahun, sedangkan sang ibu berusia 70-an tahun.

Bukan saja kedua orang tua, tetapi keluarga besar Womsiwor, keluarga besar Suku Biak di Tabi, seluruh Civitas Akademik Uncen dan para pemain sepakbola yang ikut menyaksikan juga merasa gembira dan senang, atas peraihan doktor yang diraih oleh Daniel Womsiwor.

Daniel Womsiwor merupakan mahasiswa program strata tiga (S3) tahun 2014,  yang berhasil dinyatakan lulus dan merupakan satu-satunya anak asli Papua pertama yang menyelesaikan pendidikan doktor bidang ilmu kedokteran olahraga.

“Saya akan mengabdikan diri saya sebagai doktor, untuk bekerja sama dengan berbagai ahli untuk pengembangan olahraga  terutama pemerintah Papua dalam memberikan dukungan untuk persiapan Papua dalam PON XX tahun 2021 mendatang,” ucap pria yang sehari-hari berprofesi sebagai dosen dan pelatih ini. (*/wen)