JAYAPURA –  Pemahaman bahwa Virus Covid 19 hanya menyentuh orang tua yang memiliki kekebalan tubuh lemah dan memiliki penyakit penyerta nampaknya bisa terbantah. Itu setelah pada Ahad (11/7) di lokasi pemakaman Buper Waena kembali memakamkan seorang bayi. Bayi tersebut berusia 37 hari dan  dinyatakan terpapar covid dan akhirnya meninggal. Sebelumnya menurut petugas pemakanan, sudah ada 2 bayi yang dimakamkan lebih dulu dan kini jumlahnya sudah 3 orang. 

 “Ia yang dimakamkan tadi adalah bayi, menurut orang tuanya ia baru berusia 37 hari,” kata dr Aaron Rumainum, anggota Satgas Covid 19 di lokasi pemakaman.  Meski hingga kini belum terkonfirmasi apakah ada virus jenis baru yang menyebar di Kota Jayapura namun jika melihat angka penyebaran hingga Ahad kemarin terus mengalami meningkatan. Pemerintah sendiri mulai melakukan pembatasan aktifitas meski  masih banyak aktifitas perdagangan yang beroperasi. 

 Proses pemakaman jenasah bayi juga terbilang singkat. Setelah liang disiapkan, peti jenasah langsung dimasukkan dan jenasah didoakan. Menurut sang ayah, bayi tersebut awalnya demam kemudian dibawa ke rumah sakit pada Selasa (6/7) dan akhirnya meninggal pada Ahad kemarin. Dari laporan medis menyebut bayi tersebut  terpapar dari sang ibu yang kini masih menjani perawatan. Catatan ini tentunya membantah soal covid hanya menyentuh orang tua dengan penyakit penyerta. “Buktinya sudah ada bayi juga dan pernah ada juga anak muda berusia 20 an tahun,” tambah dr Aaron. 

 Pemerintah Kota Jayapura berniat selain melakukan pembatasan akifitas juga  meminta kelurahan dan RT RW untuk memasang plang di gang untuk memastikan warganya tidak berkeliaran di atas jam yang sudah ditentukan. Pemkot berniat menurunkan angka pandemi dengan  target waktu hingga September sehingga pada Oktober pelaksanaan PON bisa tetap dilakukan. (ade/wen)