Irjen Pol Paulus Waterpauw  ( foto: Elfira/Cepos)

JAYAPURA- Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw menyebutkan, pihaknya sudah memiliki hasil penyelidikan bersama terkait dengan penganiayaan hingga menyebabkan salah satu staf Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Yahukimo Henry Jovinski (24).

  Korban tewas  dengan tiga tusukan benda tajam menancap di tubuhnya pada Selasa (11/8) sekira pukul 14:00 WIT di Jembatan Brasa Kecil (Kali Teh), Distrik Dekai Kabupaten Yahukimo. “Kita sudah mengetahui dugaan pelakunya,” ucap Kapolda kepada wartawan di Mapolda Papua, Senin (17/8).

   Menurut Kapolda, tim sedang bersinergi dengan satuan tugas dan para tokoh yang ada Yahukimo dalam bertindak di lapangan. Hal ini agar bisa menangkap pelaku namun tidak menimbulkan persoalan lain.

  “Kasus ini sedang dalam proses dan semoga bisa terungkap, yang sedang memimpin pengungkapan kasusnya di Yahukimo ada Dansat Brimob, Dirkrimum dan Wadir Intel Polda Papua,” terangnya.

   Pihaknya juga akan melakukan pemeriksaan secara intensif kepada saksi yang mengantar Henry Jovinski saat kejadian penganiayaan yang berujung  hilangnya nyawa seseorang.

“Kasus ini cukup menarik, karena korbannya seorang pemegang data pemilukada di KPUD Yahukimo. Menurut kami ada  sesuatu  pertanyaan yang menarik, kenapa dia (almarhum) saja yang dieksekusi kenapa tidak bersama temannya yang bersamaan saat itu,” beber Kapolda.

   Disinggung indikasi pelaku tahanan kabur, Kapolda menyebut informasi pelaku ada indikasi tahanan  kabur. Namun, pihaknya terus dalami. “Semua akan terungkap jelas jika tertangkap pelakunya. Diketahui pelakunya dua orang, namun bisa saja lebih dari itu,” ungkap Kapolda.

   Menurut Kapolda, kasus kematian Staf KPUD Yahukimo cukup menarik. Pasalnya, almarhum seorang penyelenggara dan pemegang kunci tentang pendataan. “Tidak hanya menarik. Namun ada kejanggalan lainnya dalam kasus ini, isteri Kenang Mohi yang sebelumnya dinyatakan sakit rupanya dia tidak sakit. Itu menarik, kita sedang menyelidiki ini,” jelasnya. (fia/tri)