JAYAPURA-Menjelang pembukaan PON XX Papua, kendaraan yang tidak ada kaitannya dengan PON diminta untuk sementara tidak jalan atau beroprasi.

Direktur Lalu Lintas Polda Papua, Kombes Pol. M. Nasihin menyampaikan, hal ini agar tidak terjadi kemacetan di jalan raya. “Yang ada kaitannya dengan PON seperti kendaraan distribusi logistik PON itu diperbolehkan,” ucap M. Nasihin kepada Cenderawasih Pos, Rabu (29/9).

Nasihin juga mengingatkan agar kendaraan tidak parkir di badan jalan. Sebab hal ini bisa menyebabkan kemacetan. Termasuk kontainer saat melakukan bongkar muat barang yang dilakukan di beberapa tempat.

“Ada jam-jam tertentu bagi kontainer untuk bisa melintas di jalan raya. Ini sudah diberi pengumuman oleh pemda khususnya Pemda Kota maupun kabupaten. Hal ini agar menghindari kemacetan,” jelasnya.

Dijelaskan, ada sebanyak 2.500 unit mobil pribadi berplat nomor luar Papua yang digunakan dalam perhelatan PON selain 428 unit bus yang mengangkut para atlet. 

Kendaraan tersebut nantinya digunakan untuk kontingen, para pejabat, delegasi dan tamu VIP. “Beberapa kontingen juga membawa kendaraannya sendiri dan ada juga yang disiapkan sama panitia,” tuturnya.

Kepolisian terutama Satuan Lalulintas lanjut Dirlantas Nasihin akan mengantisipasi setiap jalur yang menjadi titik-titik kemacetan. Terutama saat pembukaan PON dan penutupan PON yang digelar di Stadion Lukas Enembe.

“Beberapa alternatif cara bertindak salah satunya dengan buka tutup dan pengalihan arus lalulintas. Kami tidak menutup total ruas jalan, sehingga masyarakat pengguna jalan tetap jalan dengan kendaraannya. PON lancar, masyarakat bisa tetap jalan di jalan raya,” kata Nasihin.

 Dijelaskan, saat pembukaan PON dan penutupan PON bakal ada pengalihan arus lalulintas. Selain pengalihan arus lalin, pemeriksaan prokes bagi mereka yang hendak masuk ke Stadioan Lukas Enembe juga dilakukan.

Untuk menghindari kemacetan saat pembukaan PON, luas, pengguna kendaraan dari arah Kota Jayapura yang menuju Sentani, Kabupaten Jayapura bisa melewati jalur lingkar selatan atau Telaga Ria yang nantinya keluar di dekat RM Dapur Papua. 

Begitu juga sebaliknya, dari arah Sentani ke Kota Jayapura masuknya  lewat RM Dapur Papua dan  keluar di lingkar selatan.

“Itu berlaku jika kendaraan padat. Jika tidak padat, kendaraan yang dari arah Sentani bisa masuk ke jalan yang sebelah barat stadion atau lingkar utara dan keluar di simpang timur stadion menuju ke Kota Jayapura,’ terangnya.

Lanjutnya, tidak hanya di jalur Stadioan Lukas Enembe, di Kota Jayapura juga beberapa jalur akan dialihkan jika terjadi kepadatan kendaraan.

Diakuinya, ada 279 titik kerawanan di Kota dan Kabupaten Jayapura yang akan diantisipasi oleh petugas keamanan lalulintas.

“Setiap kontingen yang ikut devile bakal dikawal sama petugas lalulintas. Kami membuat para peserta dan masyarakat nyaman di jalan kendati dengan keterbatasan yang ada,” ungkapnya.

“Saat pembukaan PON nanti, tidak ada kendaraan yang parkir di depan Stadion Lukas Enembe. Kendaraan akan parkir di dalam kompleks stadion dan sekitar stadion yang telah disediakan kantong-kantong parkir. Salah satunya lapangan masyarakat setempat termasuk jalur Khalkote digunakan untuk tempat parkir,” tutupnya. (gr/fia/nat)