KELILA-Perintah Presiden agar seluruh provinsi, kabupaten dan kota di Indonesia melakukan rapid test untuk melakukan pencegahan penyebaran Covid-19 langsung disikapi Pemerintah Kabupaten Mamberamo Tengah (Memteng).

Rapid test di Kabupaten Mamberamo Tengah mulai dilakukan sejak April lalu melalui Satgas Covid-19 Mamberamo Tengah, diawali di Distrik Kobakma yang merupakan ibu kota Kabupaten Mamteng.

RAPID TEST: Bupati Mamberamo Tengah Ricky Ham Pagawak,SH,MSi saat melihat langsung pelaksanaan rapid test di halaman Kantor Klasis Kira, Distrik Kelila, Senin (13/7) lalu. ( FOTO: Humas Pemkab Mamteng for Cepos)

Hingga kini tercatat 9.205 warga Mamberamo Tengah menjalani rapid test. ”Rapid test dilakukan secara bertahap, mulai dari Distrik Kobakma, Megambilis, Ilugwa, Eragayam. Dan hari ini, kami merampungkan rapid test di Distrik Kelila. Secara keseluruhan masyarakat Mamberamo Tengah yang sudah melakukan rapid test mencapai 9.205 orang,” ungkap Bupati Mamberamo Tengah, Ricky Ham Pagawak, SH., M.Si., saat meninjau langsung pelaksanaan rapid test di halaman Kantor Klasis Kira Distrik Kelila, Senin (13/7/) lalu. 

Menurut Bupati Ricky Ham Pagawak (RHP), dari jumlah 9.205 orang yang sudah mengikuti rapid test itu, pemerintah melakukannya secara gratis tanpa memungut bayaran.

“Alat ini kita beli langsung dari Jakarta, yang diperuntukan bagi masyarakat. Sehingga dalam melakukan rapid test, digratiskan bagi mereka,” ucapnya.

Bupati RHP mengatakan, pihaknya menargetkan 10.000 masyarakat Mamberamo Tengah harus mengikuti rapid test. Hal ini dilakukan, sebagai upaya penyelamatan masyarakat dengan mencegah penyebaran Covid-19.

“Upaya pencegahan sudah kami lakukan, mulai dari menutup akses keluar masuk, pemberian APD, masker, dan memberikan makan bagi rakyat termasuk rapid test. Dari rapid test ini kita bisa mengukur berapa banyak masyarakat terkena Covid-19. Walau masih ada tes swab lagi, puji Tuhan dalam rapid test ini, banyak masyarakat masuk dalam kategori aman,” katanya.

“Ini menjadi ukuran bagi kami, jika 10.000 sudah melakukan rapid test, maka 50 persen, masyarakat Mamberamo Tengah dalam posisi aman,” tambahnya.    

Bupati dua periode ini menegaskan, pihaknya sudah berkomitmen. bahwa satu nyawa orang Mamberamo Tengah tidak boleh hilang.”Kami menjaga yang tersisa dari yang tersisa,” katanya.

Ia mengakui, hasil rapid test ini belum dilaporkan kepada pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi, sebab hingga saat ini masih akan dilakukan rapid test terakhir di dua kampung yakni Higiyam yang berada di perbatasan Kabupaten Mamberamo Mamberamo Raya dan Tolikara maupun Kampung Inaga yang berbatasan dengan Kabupaten Lanny Jaya, Tolikara, dan Jayawijaya.

“Setelah rapid test di dua kampung rampung, maka kami akan membuat laporan tertulis atau bertemu langsung Satgas Covid Provinsi Papua untuk menyampaikan hasil kerja yang dilakukan pemerintah Mamberamo Tengah,” ucapnya.

Pada kesempatan itu, Bupati RHP memberikan apresiasi kepada masyarakat di Kira Distrik Kelila yang memberikan respon luar biasa untuk mengikuti rapid test.

“Hari ini 700 orang ikut rapid test,sehari sebelumnya ada 800 orang juga ikut rapid test,” imbuhnya. 

Ini menandakan bahwa masyarakat Mamberamo Tengah ingin sehat dengan mengikuti rapid test. “Ini menunjukan mereka mendukung penuh program pemerintah pusat, provinsi maupun kabupaten, sehingga tidak ada upaya-upaya penolakan terhadap Tim Covid yang ada,” jelasnya.

Bupati berpesan, setelah masyarakat mengetahui kondisinya aman, tidak lagi bebas keluar masuk ke Wamena maupun kabupaten lain. Sebab jika tetap memaksakan kehendak, maka setelah pulang bisa saja terinfeksi karena sudah berinteraksi.

“Kalau mau keluar kecuali penting, seperti membeli kebutuhan pokok, sakit atau urusan anak sekolah itu kami ijinkan, tetapi hanya untuk jalan-jalan pasti tidak diijinkan,” tandasnya.(Humas/reis/nat)