Kondisi Posko pengungsian sementara bagi warga Kampung Kemiri yang terletak di SKB Sentani, Jalan Kemiri, Jumat (1/11) ( FOTO : Robert Mboik Cepos)

SENTANI- Sampai saat ini masih terdapat lebih dari 800 jiwa, korban bencana banjir bandang 16 Maret 2019 lalu,  masih ditanpung di beberapa Posko pengungsian milik Pemkab Jayapura. Mereka berasal dari berbagai lokasi dan kini ditampung di enam Posko pengungsian.

“Kami masih memberikan bantuan kepada 800-an jiwa yang masih tertampung di Posko pengungsian,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Kori Simbolon saat ditemui di Kantor Bupati Jayapura, Jumat (1/11).

Dia menjelaskan, 800-an jiwa ini ditampung di enam Posko pengungsian, yaitu posko SKB 200 jiwa dari 47 kepala keluarga, Posko Puspenka 28 jiwa dari 6 kepala keluarga, Posko Toladan 93 jiwa dari 22 kepala keluarga, Asrama Tolikara ada 16 jiwa dari lima kepala keluarga. Kemudian ada juga di Polomo sebanyak 303 jiwa dari 74 kepala keluarga, Posko Jalan Pasir 193 jiwa dari 48 kepala keluarga.

“Secara keseluruhan yang kami hitung di sini, ada 833 jiwa dari 202 kepala keluarga,” katanya.

Lanjut dia, sampai saat ini, Pemkab  Jayapura melalui BPBD masih terus menyalurkan bantuan logistik berupa bahan bahan kebutuhan dasar mereka seperti air, makanan dan beberapa kebutuhan dasar lainnya. 

“Kita sedang upayakan agar mereka bisa segera memiliki hunian tetap,” bebernya.

Sehubungan dengan itu, Pemkab Jayapura sudah memulai membangun rumah bagi warga Kampung Kemiri dan di Yengsu Desoyo. Pemerintah telah memastikan,  seluruh korban bencana yang kehilangan rumah akibat bencana tersebut akan diberikan bantuan rumah layak huni.”Untuk korban dari Kampung Kemiri sudah ada, pekerjaannya sedang digenjot,” paparnya.(roy/tho)