Bupati Herry Ario Naap, S.Si.,M.Pd, Koordinator Calender Of Event Indonesia untuk Indonesia Timur Kementerian Pariwisata Raseno Arya dan sejumlah pejabat lainnya ketika memukul tifa secara bersama-sama pada pembukaan Festival BMW VII, di Lapangan Gelanggang Cenderawasih, Senin (1/7) kemarin. ( FOTO : Fiktor/Cepos)

BIAK-Penampilan 500 penari kolosal membuka rangkaian Festival Biak Munara Wampasi (BMW) VII di Lapangan Gelanggang Cenderawasih, Senin (1/7) kemarin. Penampilan atraktif dan memukau dari 500 penari itu mengundang decak kagum masyarakat dan para undangan yang hadir dalam acara pembukaan itu.

  Para penari yang dipersiapkan selama dua minggu itu malibatkan anak-anak TK, SD, SMP, SMA dan perguruan tinggi. Mereka tampil dengan  berbagai gerakan dengan menggunakan pakaian adat khas Biak. Selain penari di acara pembukaan itu juga diwarnai dengan penampilan music akuistik.

  Tak hanya penari yang wajib tampil dengan body painting, namun jajaran undangan juga melakukan painting diwajahnya (lukisan) serta menggunakan mahkota khas Biak. Bahkan Kepala Staf Koopsau III Marsma TNI I Wayan Sulaba, Danlanud Manuhua Marsma TNI Daan Sulfi, Danrem 173/PVB Brigjen TNI Bahman dan jajaran pimpinan TNI/Polri lainnya juga tampil dilukis  wajahnya.

  Di lingkungan Pemerintah Kabupaten Biak Numfor, tak hanya Bupati Herry Ario Naap, S.Si,M.Pd dan Sekda Markus Masnembra, SH,MM yang tampil dengan pakaian adat dan body painting, namun semua kepala dinas dan pejabat lainnya juga wajib melakukan body panting dan tampil dengan pakaian khas adat Biak.

   Koordinator Calender Of Event Indonesia Kementerian Pariwisata khususnya untuk Wilayah Maluku Maluku Utara Papua dan Papua Barat, Raseno Arya terkagum-kagum dengan acara yang mengisi pembukaan Festival BMW itu. Bahkan, disarankan supaya kegiatan tersebut dikemas lebih baik lagi dan dapat menarik wisatawan ke Biak kedepan.

  “Saya melihat penampilan tarian kolosal kurang lebih 20 menit itu cukup spektakuler, apalagi kalau ini ditampilkan di Jakarta. Tentunya diharapkan ke depan FBMW gaungnya lebih besar lagi dan dikemas lebih baik, saya lihat daya tariknya cukup luar biasa dan alami,” paparnya.

  Sementara itu Bupati Herry Ario Naap mengatakan, bahwa pada FBMW tahun 2020 akan melibatkan langsung semua unsure dalam kepanitian. Pihak TNI/Polri, BUMN, perbankan dan sejumlah unsure lainnya akan dilibatkan langsung.

  “Kedepan kita akan buat lebih baik lagi, kita akan libatnya semua pihak termasuk TNI/Porli, BUMN dan perbankan. Harapan kita, kalau perlu semua institusi ini juga memiliki satu kelompok tari dan stand di FBMW tahun depan,” ujar Bupati.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, FBMW VII akan berlangsung selama enam hari, tanggal 1 – 6 Juli. Sebanyak 16 kegiatan yang mengisi agenda tahunan itu, antara lain Atraksi Apen Beyeren (kemampuan berjalan di atas bara batu panas) yang berlangsung tadi malam setelah pembukaan.

  Selain itu juga ada snap mor (menangkap ikan pada saat air laut surut) dan akan dipusatkan di Pantai Sansudi Distrik Bondifuar, Selasa (2/7) hari ini. Juga ada ada kunjungan ke sejumlah objek wisata, misalnya saja perjalanan ke beberapa objek wisata termasuk di wilayah kepulauan dan sejumlah lainnya, termasuk salah satunya lomba foto berhadiah tentang budaya di Kabupaten Biak Numfor.(itb/tri)