WAMENA-Sebanyak 500 lebih sopir dan kondektur yang 16 hari terjebak di Elelim terbagi dalam 4 kelompok  telah masuk ke Wamena sejak Kamis (29/7) malam,  hingga siang. Mereka langsung dijemput oleh kepolisian dan Dinas Perhubungan di Polsek Kurulu dan diarahkan menuju Gedung Ukumiarek Asso Wamena untuk melakukan pemeriksaan disana.

  Dari pemeriksaan Rapid Antigen yang dilakukan, tak banyak sopir dan kondektur yang hasilnya reaktif dan sementara masih ditindak lanjuti ke pemeriksaan PCR di Lab RSUD Wamena. Meskipun 400 kendaraan ini telah berada di Wamena, namun masih ada beberapa kendaraan yang dari Benawa menuju ke Elelim sehingga diharapkan kendaraan yang dari belakang bisa juga diloloskan.

   Pelaksana Tugas Sekda Jayawijaya Drs. Tinggal Wusono, MAP mengakui jika kegiatan pemeriksaan yang dilakukan oleh pemerintah daerah dalam rangka penanggulangan Covid -19 khususnya kepada sopir dan kondektur kemarin sempat mengalami masalah penahanan di Kabupaten Yalimo sehingga saat mereka masuk dilakukan pemeriksaan.

  “Ini sesuai dengan komitmen pemerintah untuk melakukan pemeriksaan rapid tes Antigen untuk masuk ke Jayawijaya, sehingga semua kendaraan yang masuk dari Jayapura melalui jalan darat diarahkan semua ke Gedung Ukumiarek Asso untuk dilakukan pemeriksaan,” jelasnya.

  Ia juga menyatakan sudah 4 kelompok yang dilakukan pemeriksaan rapid test antigen di Jayawijaya dan pemerintah cukup bersyukur karena dari jumlah 500 lebih warga yang masuk sebagian kecil saja yang reaktif dalam proses pemeriksaan itu. Namun untuk memastikan kesehatannya tim satgas Covid -19 Jayawijaya langsung melakukan pemeriksaan PCR supaya bisa memastikan apakah yang reaktif itu positif  Covid-19 atau tidak.

  “Sesuai dengan kebijakan pemerintah para sopir dan kondekturnya yang masuk ke Wamena ini harus melakukan karantina mandiri selama 14 hari dan harus kembali untuk dilakukan pemeriksaan ulang untuk memastikan seluruh warga yang datang dari Jayapura melalui Yalimodalam situasi yang aman dan sehat,” bebernya.

  Kata Tinggal Wusono,  untuk tempat karantina atau Isolasi, untuk saat ini pemda belum siapkan dan masih mencari tempat. Sebab, untuk ruang isolasi itu harus didukung dengan sarana pendukung  yang memadai. Pemda juga sudah melakukan koordinasi dengan paguyuban seperti IKT untuk  proses warganya melakukan karantina mandiri.

  “Kami juga sudah mempercepat proses pemeriksaan PCR, agar bisa memastikan sopir dan kondektur yang hasil pemeriksaannya reaktif itu benar positif atau hanya karena kecapekan sehingga dalam pemeriksaan rapid antigen reaktif,”kata Sekda yang berharap para sopir dan kondektur ini tidak ada yang positif Covid-19. (jo/tri)