Aryoko Rumaropen ( FOTO: Gratianus Silas/Ccepos)

JAYAPURA-   Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Papua, Aryoko Rumaropen menyebutkan bahwa komitmen Pemprov Papua dalam peningkatan dan pengembangan SDM anak asli Papua melalui pendidikan terus dipacu.

“Walau dalam situasi pandemi global Covid-19, tidak menyurutkan semangat sejumlah mitra atau lembaga yang menjalin kerjasama pendidikan bersama Pemprov Papua, baik lokal dan internasional. Salah satunya Papua Hope Language Institute (PHLI) yang tengah menyiapkan 50 siswa/siswi asli Papua yang akan berkuliah ke Amerika Serikat. Program yang sama juga telah dilakukan oleh Papua Language Institute (PLI) pada bulan Mei,” ungkap Aryoko Rumaropen, Rabu (10/6) kemarin.

 Seperti diketahui, sebanyak 50 siswa putra/putri asli Papua program beasiswa Otonomi Khusus (Otsus) yang akan kuliah di sejumlah universitas di Amerika Serikat dan Inggris saat ini tengah menjalani program “online summer term” atau kuliah daring musim panas.

 Pembukaan program kuliah daring musim panas tersebut atas kerja sama Pemprov Papua, Papua Hope Language Institute, (PHLI), Corban University Amerika Serikat, dan Yayasan Cahaya dan Terang untuk Papua.

 Bupati Jayapura Matius Awoitauw, mengapresiasi Gubernur dan Wakil Gubernur Papua yang telah mempelopori pembukaan kelas internasional di Papua, khususnya di Kabupaten Jayapura. 

 Menurutnya program pengembangan sumber daya orang asli Papua ini patut mendapat dukungan semua pimpinan daerah. Sebuah kebanggaan ketika putra-putri Papua berkesempatan belajar bersama anak-anak dari berbagai belahan dunia.

 “kita semua bangga dan bahagia atas peristiwa yang luar biasa. Saya pikir anak-anak kita hari ini sudah menembus dunia dengan cara luar biasa. Kita memulai proses belajar dari tempat ini dengan suasana kampus yang ada diluar negeri,” terang Mathius Awoitauw saat peluncuran kelas internasional di kompleks Hillcrest International School (HIS) Sentani, Kabupaten Jayapura, Rabu (10/6) kemarin.

Bupati berpesan kepada anak-anak Papua yang mengikuti program tersebut untuk mempersiapkan diri dan belajar dengan baik sehingga setelah menyelesaikan studinya dapat kembali membangun Papua. (gr/ary)