Refleksi  Kinerja Polda Papua tahun 2020 yang dipimpin Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw didampingi Wakapolda dan Kabid Humas Polda Papua di Mapolda Papua, Selasa (5/1). ( FOTO: Elfira/Cepos)

JAYAPURA-Refleksi kinerja Polda Papua tahun 2020 di Aula Rupatama Polda Papua, Selasa (5/1). Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw paparkan kejadian menonjol yang terjadi di wilayah hukumnya sepanjang tahun 2020. Hal ini sebagai bentuk pertanggungjawaban kinerja kepada publik.

 Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw mengatakan, dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat untuk terciptanya situasi Kamtibmas yang kondusif yakni masyarakat merasa aman dan nyaman kapan dan dimana saja berada, Polda Papua telah melaksanakan  program prioritas Kapolri tersebut.

Terlepas dari itu, pengaduan masyarakat terhadap Polri terkait tindak pidana selama tahun 2020 terdapat komplain terhadap proses penyidikan tindak pidana oleh penyidik Polri merupakan permasalahan terbesar. Salah satunya lamanya proses penanganan laporan polisi oleh penyidik sehingga mengakibatkan belum adanya kepastian hukum terhadap perkara yang dilaporkan.

“Pemberian sanksi hukum kepada personel Polda Papua baik berupa sanksi disiplin, kode etik, pidana dan pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH). Selain itu, memberikan sanksi dan hukuman,” ucap Kapolda Paulus didampingi Wakapolda Papua Brigjen Pol. Mathius D. Fakhiri dan Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal saat refleksi kinerja Polda Papua.  

 Dalam paparan Kapolda, selama tahun 2020 Polda Papua dan Polres jajaran menangani penyalahgunaan senpi dan handak sebanyak 13 kasus. Beberapa pengungkapan peredaran dan penyalahgunaan senjata api serta amunisi di Kabupaten Nabire dan Kota Jayapura.

 Untuk di Polres Nabire sendiri sebanyak 3 kasus diantaranya pengungkapan penjualan senjata api yang dilakukan oleh oknum anggota brimob berinisial (MJH), oknum PNS berinisial (DC) dan mantan anggota TNI berinisial (FAS) dengan barang bukti yang diamankan 1 pucuk senjata api M16, 1 pucuk senjata api M4 dan senjata api laras pendek jenis glock. 

 Kemudian pengungkapan dan penangkapan tersangka penjualan senpi dan amunisi jaringan internasional negara Filipina-RI berinisial (MS). Dengan barang bukti 1 pucuk senjata api laras pendek jenis revolver, senjata api laras pendek jenis pistol model cal 45, 1 senjata api laras pendek jenis gold cup national match dan satu senjata api laras pendek jenis scorpion. Serta penyerahan satu pucuk senjata api laras pendek jenis FN yang diterima oleh Kapolres Nabire.

 Sementara itu untuk Polresta Jayapura Kota sebanyak 1 kasus yaitu melakukan penangkapan terhadap pelaku tindak pidana membawa, menguasai, menyimpan, memiliki, memperoleh dan menyembunyikan senjata api dan amunisi an. Jefri Abel dengan barang bukti 1 pucuk senjata api laras pendek jenis revolver Colt Detektive Spec.

 “Dengan berbagai modus yang dilakukan, kedepan pengawasan penjualan amunisi dan senjata api diperketat,” kata Kapolda.

 Lanjutnya, penanganan kasus menonjol lainnya selama tahun 2020 terjadi sebanyak 49 kasus. Jika dibandingkan dengan tahun 2019 terjadi sebanyak 32 kasus. Peningkatan sebanyak 17 kasus yang terjadi di wilayah Polres Nduga, Polres Mimika, Polres Intan Jaya, Polres Paniai, Polres Pegunungan Bintang, Polres Puncak Jaya dan Polres Puncak.

 Kasus lainnya lanjut Kapolda, kriminalitas dan kasus kejahatan konvensional yang ditangani Polda Papua dan jajaran selama tahun 2020 sebanyak 7.049 kasus sedangkan Tahun 2019 sebanyak 8.288 kasus. Ada 7 kasus konvensional menonjol yang ditangani Polda Papua salah satunya yang mengalami penurunan adalah kasus pencurian kendaraan bermotor selama tahun 2020 terjadi sebanyak 1.005 kasus, jika dibandingkan tahun 2019 sebanyak 1.687 kasus.

 Untuk kasus kejahatan trans nasional selama tahun 2020 terjadi sebanyak 335 kasus jika dibandingkan dengan tahun 2019 sebanyak 272 kasus. Sementara untuk kejahatan kekayaan negara selama tahun 2020 terjadi sebanyak 92 kasus jika dibandingkan dengan tahun 2019 sebanyak 105.

 “Lima kasus kejahatan Kekayaan negara menonjol yang tangani Polda Papua yakni illegal logging, illegal fishing, money laundering, illegal minning dan korupsi. Tercatat selama tahun  2020 Polda Papua telah berhasil menyelamatkan uang negara sebesar Rp 13.105.685.110,54,” beber Kapolda.

 Bidang Kamseltibcarlantas, kecelakaan lalu lintas selama tahun 2020 sebanyak 1.501 kasus, jika dibandingkan dengan tahun 2019 sebanyak 2.224 kasus. Kecelakaan tahun 2020 tersebut korban meninggal dunia sebanyak 182 orang, korban luka berat 795 orang, korban luka ringan sebanyak 1.557 orang. Data pelanggaran Lalu Lintas tahun 2020 sebanyak 32.091 kasus sedangkan tahun 2019 sebanyak 27.141 kasus. (fiat/nat)

Data Penanganan Kasus Menonjol KSB

Lokasi                    Aksi KKB           Bentuk Aksi                           Data Korban

                                                                                                   Luka                                   Meninggal      

Resort Nduga           8 aksi                Penembakan 8        3 TNI, 2 Polri, 2 Sipil                  2 Sipil

Resort Intan Jaya   23 aksi             Penembakan 21          3 TNI, 5 Sipil                          10 sipil, 1 KKB

                                                            Rampasan senpi

                                                            Penganaiayaan

Resort Paniai                                  Rampasan senpi                                                               1 anggota Polri

Resort Mimika        9 aksi             Penembakan 8             2 Polri, 3 Sipil , 1 Polri, 1 TNI,      1 Sipil

                                                          Pembakaran 1

Resort Puja           2 aksi                Perampasan 1             

                                                           Penembakan 1

Resort Keerom      1 aksi                Penembakan 1             TNI 2 orang                           TNI1 orang

Resort Pegubin      6 aksi               Penembakan 6             TNI 4

Sumber: Polda Papua