JAYAPURA – Panitia Seleksi Provinsi Pengangkatan Keanggotaan DPR 14  kursi mulai memasuki tahap akhir tugasnya. Ini setelah pada Rabu (8/7) kemarin Majelis Rakyat Papua (MRP)  menyerahkan hasil verifikasi terhadap 42 calon anggota 14 kursi sebagaimana peran MRP dalam Perdasus pengangkatan 14 kursi tersebut. Dari hasil verifikasi yang dilakukan, MRP menyatakan bahwa seluruh nama yang dimasukkan (42 nama) seluruhnya asli Papua. 

Wakil Ketua I MRP, Jimi Mabel (kiri) menyerahkan berkas verifikasi 42 nama OAP kepada Ketua Pansel 14 kursi, DR Septinus Saa di sekretariat Pansel, di Jayapura, Rabu (8/7) kemarin. (Gamel Cepos)

 Hanya  dari proses ini MRP merasa belum sreg mengingat ada keterwakilan perempuan yang dikatakan belum memenuhi rasa keadilan. Yang dimaksud adalah tak adanya perwakilan perempuan asal Tabi sementara dari wilayah  adat lain ada wakilnya masing – masing. “Dari hasil verifikasi yang kami lakukan, ke 42  nama yang diajukan bisa kami pastikan statusnya semua OAP,” kata Jimi Mabel, Wakil Ketua 1 MRP saat mengembalikan berkas 42 calon tersebut di Sekretariat Pansel di Jayapura, Rabu kemarin. 

 Jimi datang bersama beberapa anggota MRP lainnya diantaranya  Ketua Pokja Perempuan Ciska Abugau dan Corlince Mehue dari Pokja Agama. Kedatangan tim MRP ini diterima langsung oleh Ketua Pansel, DR Septinus Saa didamping Sekretaris Abner Kehek, Isak Rumbarar dan anggota lainnya. Kata Ciska ia memberi apresiasi kinerja tim  Pansel namun ia kecewa karena ada ketidakadilan terkait suara perempuan. 

 “Inikan bukan nama jadi juga sehingga saya pikir pansel perlu memikirkan kembali soal keterwakilan perempuan khususnya dari wilayah Tabi. Daerah lain ada kok Tabi yang merupakan tuan rumah tidak ada,” cecarnya. Ia menyebut karena masalah  keterwakilan perempuan ini ia ikut dipusingkan bahkan ada niat kelompok perempuan melakukan aksi demo. Senada disampaikan Dorlince Mehue yang secara tegas menyampaikan sulit sekali mencari laki – laki yang mau menyuarakan aspirasi perempuan dan hasilnya perempuan akan terus menangis.

 Terkait ini penjelasan konkrit disampaikan Sekretaris Pansel, Abner Kehek dimana dalam Perdasus tidak menyebut soal siapa yang harus mewakili dari aspek pembagian wilayah. Yang disebutkan hanyalah orang asli Papua. Sementara Septinus Saa menambahkan bahwa dari 42 nama ini selanjutnya akan disampaikan ke gubernur untuk diberikan pertimbangan. Nantinya gubernur yang akan menentukan 14 nama. “Saya pikir tidak terlalu lama, paling lama 14 hari sudah ada hasilnya,” imbuh Saa. (ade/wen)