Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lanny Jaya Tan Wanimbo S. Sos. M. Si ketika menyampaikan sambutan pada kegiatan pengarahan penerimaan guru kontrak orang asli Lanny Jaya, Selasa (16/3) ( FOTO: Eko For Cepos)

*Atasi Pengangguran dan Bangkitkan Pendidikan

TIOM-Guna mengatasi kekurangan guru dan juga mengatasi banyaknya putra/putri asli Kabupaten Lanny Jaya yang belum diterima bekerja padahal sudah menyelesaikan pendidikannya, maka Pemkab Lanny Jaya melalui Dinas Pendidikan Lanny Jaya, tahun ini mengontrak lebih dari 400 guru orang asli Lanny Jaya (OAL). 

Nantinya guru kontrak OAL ini akan ditempatkan di setiap satuan pendidikan sekolah yang ada di Lanny Jaya mulai tingkat PAUD, TK, SD hingga SMP yang ada di Kabupaten Lanny Jaya.

Kepala Dinas Kabupaten Lanny Jaya, Tan Wanimbo S.Sos. M.Si mengatakan awalnya yang mengikuti seleksi guru kontrak OAL ini ada 560 calon guru. Namun yang diterima lebih dari 400 guru yang nantinya ditetapkan untuk mendidik di seluruh sekolah yang ada di Kabupeten Lanny Jaya.

“Baru kali ini kami terima guru kontrak orang asli Lanny Jaya atau kami sebut (OAL). Ini untuk membantu di sekolah-sekolah mulai PAUD, TK, SD hingga SMP,” ungkap Tan Wanimbo.

Dirinya menambahkan hal ini dilakukan karena permasalahan minimnya guru masih menjadi persoalan dimana ada sekolah yang gurunya hanya ada dua hingga tiga guru sehingga proses pembelajarannya tidak efektif. 

Oleh sebab itu sesuai dengan kebijakan Bupati Lanny Jaya, Befa Yigibalom SE. M.Si melalui Dinas Pendidikan membuat kebijakan mengontrak guru OAL lebih dari 400 orang. Alasan lainnya adalah disebabkan karena banyaknya putra/putri Lanny Jaya yang telah menyelesaikan kuliah namum tidak memiliki pekerjaan sehingga mereka dikontrak untuk mengabdikan diri menjadi guru.

Adapun jumlah SD di Kabupaten Lanny Jaya sebanyak 69 sekolah, SMP sebanyak 25, Paud dan TK sebanyak 145 sekolah. Oleh sebab itu, guru kontrak ini akan ditugaskan di setiap sekolah secara merata.

“Kita kontrak setahun dan jika mereka melayani dengan baik maka tentu kita akan perpanjang. Jika ada pengangkatan jadi ASN tentu kita angkat, namun jika pemalas maka tentu akan langsung diberhentikan dan dievaluasi,”tegasnya.

Mantan Kadis PU Lanny Jaya ini juga menegaskan bahwa nantinya penempatan para guru tersebut sesuai dengan daerah asal mereka. Sehingga diharapkan tidak ada lagi persoalan oknum guru yang tidak betah dalam melayani di sekolah-sekolah di Kabupaten Lanny Jaya.

“Kalau misalnya kita pulang ke daerahnya tapi mereka meninggalkan tugas dan tidak mengajar, kapan saja kita akan pecat mereka dengan tidak hormat. Jadi mereka yang menentukan. Saya juga apresiasi bupati atas kebijakan ini,” tutupnya.(eko/gin/nat)