JAYAPURA-Tambahan 40 kasus positif baru di Provinsi Papua, dilaporkan Rabu (24/6) kemarin. Juru Bicara Satgas Covid 19 Provinsi Papua, dr. Silwanus Sumule, Sp.OG(K)., menyebutkan, 40 kasus positif baru ini berasal dari Kota Jayapura dengan tambahan 34 kasus, dan Kabupaten Jayapura dengan tambahan 6 kasus.

“Pasien Dalam Pengawasan (PDP) juga bertambah sebanyak 6 pasien yaitu dari Kota Jayapura dengan 4 pasien, dan masing-masing Yahukimo dan Mimika memiliki tambahan 1 PDP,” jelas dr. Silwanus Sumule, kemarin.

Selain itu, Orang Dalam Pemantauan (ODP) juga bertambah sebanyak 87 orang. Dimana 20 orang dari Merauke, 4 orang dari Jayawijaya, 2 orang dari Nabire, 12 orang dari Yapen, 17 orang dari Mimika, 18 orang dari Pegunungan Bintang, dan 14 orang dari Kota Jayapura.

“Di sisi lain, kita memiliki kabar gembira. Dimana kasus sembuh kembali bertambah. Diketahui bahwa ada 30 pasien yang dinyatakan sembuh. Dari jumlah tersebut 16 pasien di Biak Numfor, 7 pasien di Kota Jayapura, 4 pasien sembuh di Mimika, dan 3 pasien sembuh di Kabupaten Jayapura,” terangnya.

 “Untuk itu, kami berikan penghargaan yang luar biasa kepada seluruh tenaga medis, khususnya di Biak Numfor dengan angka kesembuhan yang cukup baik. Terima kasih untuk kerja keras petugas kesehatan di RSUD Biak, termasuk di puskesmas, tenaga surveilans, sehingga 16 pasien dapat dinyatakan sembuh. Apresiasi yang sama juga kami berikan bagi petugas kesehatan di Kabupaten Mimika, Kabupaten Jayapura, dan Kota Jayapura,” tambahnya.

Dengan demikian, total kasus positif kumulatif di Papua telah mencapai 1.551 kasus. Dimana 788 pasien masih dirawat, 747 pasien sembuh,dan 16 pasien meninggal dunia. Sedangkan ODP berjumlah 3159 orang, PDP sebanyak 246 pasien, dan tes PCR mencapai 11.955 sampel.

Mengenai penyebaran Covid-19 di Provinsi Papua, 4 kabupaten di wilayah adat Lapago sudah terdampak Covid-19. Keempat kabupaten tersebut adalah Jayawijaya, Mamberamo Tengah, Yalimo, dan Puncak Jaya. Namun, khusus Mamberamo Tengah, total dua pasien positif Covid-19 di daerah itu telah dinyatakan sembuh, sehingga Mamberamo Tengah sudah kembali menjadi daerah hijau.

Sebaliknya, Yalimo dan Puncak Jaya merupakan daerah yang baru saja terdampak Covid-19. Dimana Yalimo memiliki total 2 kasus positif yang masih dalam perawatan. Sedangkan Puncak Jaya dengan 1 kasus positif yang juga masih juga dalam perawatan.

Hal ini tentunya membuat kaget, terlebih Puncak Jaya diketahui sebagai daerah pertama di Papua yang menutup akses  terhadap orang yang masuk daerah tersebut. 

Terkait hal ini, dr. Silwanus Sumule menyebutkan bahwa penyebaran virus Corona di wilayah pegunungan tengah Papua, khususnya di Yalimo dan Puncak Jaya tak luput dari akses jalur tradisional.

“Tidak bisa dipungkiri bahwa jalur tradisional bisa menjadi penyebab. Artinya, walaupun jalur ini ditutup, tetapi ada jalur tradisional. Ini yang mesti pula menjadi perhatian,” bebernya. 

Sebelumnya, penyebaran virus Corona yang terjadi di wilayah Saireri. Salah satunya disebabkan pergerakkan orang melalui jalur laut tradisional. Bukan tidak mungkin, hal yang sama juga dapat terjadi di wilayah pegunungan Papua.

Sebagaimana yang seringkali disampaikan dr. Sumule bahwa jalur tradisional yang digunakan masyarakat untuk melintas dapat menjadi potensi penyebaran virus Corona dari satu tempat ke tempat lainnya. Apalagi, dr. Sumule juga sempat menyampaikan berulangkali bahwa virus tidak bergerak. Melainkan orang yang bergerak, sehingga virus pada orang tersebut yang dapat disebarkan kepada orang lainnya.

Dengan kata lain, penggunaan jalur tradisional oleh masyarakat setempat sekiranya dapat menjadi perhatian pemerintah kabupaten di pegunungan tengah. Bukan hanya bagi Pemkab Yalimo dan Puncak Jaya. Jalur tradisional perlu diawasi dengan ketat, sehingga penyebaran Covid 19 bisa ditekan.

Disamping pencegahan, penanganan terhadap ODP juga harus tetap dilakukan. Di pegunungan tengah Papua, sejumlah daerah memiliki catatan ODP, di antaranya 205 ODP di Tolikara, 91 ODP di Puncak, 30 ODP di Jayawijaya, 18 ODP di Pegunungan Bintang, 17 ODP di Yahukimo, dan 3 ODP di Puncak Jaya.

“Daerah dengan catatan ODP ini kiranya mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah setempat, yang mana harus serius dan hati-hati. Serta disiplin untuk memantau ODP di daerahnya masing-masing. Kemudian, cepat melakukan rapid test, serta cepat juga memantau perubahan kondisi klinis ODP ini. Kalau hasilnya reaktif atau adanya perubahan kondisi klinis, maka diharapkan melakukan langkah cepat dalam penanganan. Termasuk berkoordinasi dengan rumah sakit regional di Lapago, yakni RSUD Wamena atau berkomunikasi dengan kami di tingkat provinsi, sehingga kalau terdapat hal-hal yang dapat kami bantu, dalam waktu sesingkat-singkatnya, akan kami bantu,” pungkasnya. (gr/nat)