Orang tua saat  datang  daftar ulang anaknya di SD YPPK Santo Agustinus Bambu Pemali  Merauke, Senin  (15/6) ( FOTO: Sulo/Cepos )

MERAUKE- Sebanyak  4.800  siswa kelas VI  sekolah dasar  yang ada di Kabupaten   Merauke  dinyatakan   lulus 100 persen. Kepala Dinas   Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten  Merauke Thiasony Betaubun   ketika dihubungi menjelaskan  bahwa seluruh   siswa yang   ada di kelas  IV  SD  yang sudah mendapat nomor ujian  akhir lulus  100 persen. 

  “Sebanyak   4.800  siswa  yang ada yang  telah mendapatkan nomor ujian  dan telah memasukan nilai telah dinyatakan  lulus 100 persen,’’ tandasnya.    

  Thiasony menjelaskan bahwa pengumuman kelulusan  tersebut ada yang  dilakukan  secara  online, namun  ada juga  yang dilakukan dengan cara offline   bagi sekolah-sekolah yang   memang belum  terjangkau  dengan internet.  

   Soal penerimaan   siswa baru,  Thiasony menjelaskan   bahwa sekolah-sekolah yang ada di kota, digunakan system zonasi. Namun  jelas Thiasony untuk penerimaan siswa  baru tersebut  yang didahulukan  adalah  sekolah-sekolah  swasta atau yayasan. ‘’Untuk   penerimaan siswa baru ini kita  dahulukan sekolah-sekolah swasta yang dkelola yayasan,’’ terangnya. 

   Setelah itu barulah sekolah-sekolah negeri. Tujuannya, kata dia, agar tidak ada  pemahaman   bahwa mereka yang sekolah   yayasan adalah anak- anak buangan.   Sementara   itu,   di YPPK Santo Agustinus Bambu Pemali  Merauke, dari 98  murid yang ada di  sekolah tersebut seluruhnya  dinyatakan  lulus.   

Kepsek  SD YPPK Santo Agustinus Suster Monika Simormata  ( FOTO: Sulo/Cepos )

   Kepsek SD YPPK  Santo Agustinus  Bambu Pemali Merauke Suster Monika Simormata  saat ditemui  media ini di sekolahnya bahwa    pengumumuman dilakukan  secara online   maupun  mengirimkan pesan SMS  kepada orang tua  murid yang   belum memiliki   HP  Android.   “Tapi, kami sudah   sampaikan kepada seluruh orang tua siswa secara online bahwa  seluruh siswa  telah  lulus 100 persen,’’ tandasnya. 

   Sementara  penerimaan siswa baru,  Suster Monika menjelaskan  bahwa  pendaftaran   siswa baru  dilakukan sejak 2  Juli lalu dan   pendaftaran   tersebut sudah  ditutup. “Kami sudah  menutup pendaftaran, dimana jumlah siswa yang kami terima   hanya 90  orang untuk 3 kelas. Artinya, setiap  kelas   hanya 30  orang saja,’’   katanya. 

   Diakui ada  4 siswa  kelas  I   tahun  ajaran  2019/2020  yang   kemungkinan   tidak naik kelas karena  belum  bisa baca  tulis.  Namun untuk menentukan apakah akan tinggal  kelas  atau   tetap naik kelas dengan catatan    orang tua  dari siswa tersebut dipanggil terlebih   dahulu.    

  “Kami sudah panggil   orang tuanya, tapi   mungkin  karena masih Covid  sehingga  belum  datang,’’ terangnya.  Menurutnya,  jika orang tunya   tetap menghendaki anaknya  naik kelas, namun di kelas 2    nanti belum bisa    baca tulis   maka orang tuanya tidak keberatan  jika anak tersebut  tidak naik kelas  3,’’ tambahnya. (ulo/tri)