Kepala BPS Provinsi Papua, Adriana Helena Carolina, saat menggelar konferensi pers di ruang kerjanya, Sabtu (29/8) lalu.( FOTO:  Yohana/Cepos)

JAYAPURA-Pada Bulan Desember 2020,  gabungan 3 kota IHK di Papua (Merauke, Timika dan Kota Jayapura)  tercatat mengalami inflasi 0,79 persen atau terjadi kenaikan angka Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 104,04 pada November 2020 menjadi 104,86 pada Desember 2020.

  Kepala BPS Provinsi Papua Adriana Helena Carolina SE.,MM.,mengatakan, inflasi tahun kalender gabungan 3 kota IHK di Papua pada Desember 2020 sebesar 1,64 persen dan inflasi year on year (Desember 2020 terhadap Desember)

 Berdasarkan hasil pemantauan BPS Provinsi Papua di 3 kota IHK dengan menggunakan penghitungan dan tahun dasar baru tahun 2018 (2018 = 100) hasil SBH 2018, pada Desember 2020 terjadi inflasi sebesar 0,79 persen atau terjadi kenaikan angka Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 104,04 pada November 2020 menjadi 104,86 pada Desember 2020. 

 Dengan angka inflasi tersebut, maka laju inflasi tahun kalender (Desember 2020 terhadap Desember 2019) gabungan 3 kota IHK di Papua mencapai 1,64 persen dan laju inflasi year on year (Desember 2020 terhadap Desember 2019) mencapai 1,64 persen.

   Faktor pendorong terjadinya inflasi tahunan di gabungan 3 kota IHK di Papua adalah kenaikan harga kumulatif dengan andil yang cukup signifikan pada beberapa komoditas yaitu cabai rawit sebesar 0,59 persen, emas perhiasan sebesar 0,252 persen, kangkung sebesar 0,232 persen, ikan kembung sebesar 0,142 persen,  ikan cakalang sebesar 0,129 persen dan lain-lain. 

 Adapun faktor pendorong terjadinya inflasi tahunan di Merauke adalah kenaikan harga kumulatif dengan andil yang cukup signifikan pada beberapa komoditi, antara lain cabai rawit,  emas perhiasan, telur ayam ras, ikan kakap putih, rokok putih dan lain-lain. 

 Sedikit berbeda dengan fenomena di Timika, faktor pendorong terjadinya inflasi tahunan di Timika adalah kenaikan harga kumulatif dengan andil yang cukup signifikan pada beberapa komoditi antara lain kangkung; cabai rawit,  ikan kembung, ikan cakalang, emas perhiasan dan lain-lain. 

 Sedangkan di Kota Jayapura, faktor pendorong terjadinya inflasi tahunan adalah kenaikan harga kumulatif dengan andil yang cukup signifikan pada beberapa komoditi, antara lain cabai rawit,  emas perhiasan, akademi/perguruan tinggi, daging ayam ras, ikan tongkol.

 Selain itu, terdapat beberapa komoditas penahan laju inflasi tahunan di gabungan 3 kota IHK di Papua. Beberapa komoditas dengan andil yang cukup signifikan dalam menahan laju inflasi selama tahun 2020, antara lain tarif angkutan udara sebesar -0,355 persen, bawang putih sebesar -0,162 persen, ikan mujair sebesar -0,129 persen, tomat sebesar -0,116 persen, ikan ekor kuning sebesar -0,112 persen dan lain-lain.

 Adapun faktor penahan laju inflasi tahunan di Merauke yaitu penurunan harga kumulatif pada beberapa komoditas, antara lain  ikan mujair, tarif angkutan udara, beras, kangkung; bawang putih dan lain-lain. 

 Sedikit berbeda dengan fenomena di Timika, faktor penahan laju inflasi tahunan di Timika disebabkan oleh penurunan harga pada beberapa komoditas sebagai berikut: tarif angkutan udara, bahan bakar rumah tangga, bawang putih, tomat, ikan burbara dan lain-lain. 

 Sedangkan di Kota Jayapura, faktor penahan laju inflasi tahunan disebabkan oleh penurunan harga kumulatif pada beberapa komoditas antara lain  tarif angkutan udara, ikan ekor kuning, tomat, bawang putih, ikan mumar dan lain-lain.(dil/ary)