Para Sopir saat dirapid tes di Terminal PTC Entrop, beberapa hari lalu.

Biaya Rapid Test dan Swab Mahal, Masyarakat Diminta Terapkan Protokol Kesehatan

JAYAPURA-Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura sekaligus Juru bicara penanggulangan percepatan Covid-19 Kota Jayapura  Dr.Ni Nyoman Antari mengatakan, hari Kamis (5/6)lalu, telah dilakukan rapid test disejumlah supir taksi di Kota Jayapura berlangsung di Terminal PTC entrop dari target 745 supir taksi yang dilakukan rapid test, namun hanya 290 supir taksi yang mengikutinya dan hasilnya ada 14 orang supir yang dinyatakan reaktif Covid-19 dalam Rapid Test itu.      
     ” Kita masih terus berupaya keras menemukan kasus lebih awal dengan melakukan rapid massal. Hari ini (Kamis-red), kita melakukan tes rapid  pada 290 supir dari 745 yang ditargetkan di terminal PTC Entrop dan terdapat 14 hasil rapid reaktif,”katanya.
   Diakui, saat ini Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Jayapura memiliki kendala tentang ketersediaan VTM atau viral transport media,  media berupa tabung untuk membawa swab atau hapusan tenggorokan dan hapusan hidung, yang saat ini terbatas jumlahnya.” Mudah-mudahan bisa segera bisa diatasi,”ujarnya.   
  Dijelaskan,  untuk 1 sampel swab, hanya bahannya saja  belum termasuk cost listrik, jasa, lainnya senilai Rp 2.500.000. Sementara 1 tes Rapid senilai kisaran Rp 400 ribu sampai Rp 600 ribu. “ Bisa dibayangkan betapa besarnya anggaran untuk penanganan Covid ini, jadi masyarakat harus benar-benar mematuhi protokol kesehatan, supaya tetap bisa produktif,” harapnya.(dil)