*Lusa, Pemkot Jayapura Bahas New Normal

JAYAPURA-Kasus positif virus Corona atau Covid-19 di Provinsi Papua masih terjadi penambahan. Juru Bicara Satgas Covid-19 Provinsi Papua, dr. Silwanus Sumule, Sp.OG(K)., menyebutkan, dari data yang diperoleh terdapat penambahan 33 kasus positif baru di Provinsi Papua, Selasa (30/6) Dkemarin.

SIDAK: Ketua Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Jayapura Ir. H. Rustan Saru, MM.,saat melakukan Sidak di Pasar Youtefa Abepura yang kembali dibuka, Selasa (30/6). (FOTO: Priyadi/Cepos)

Dari jumlah tersebut, dr. Silwanus Sumule menyebutkan 26 kasus berasal dari Kota Jayapura. Sementara sisanya masing-masing 3 kasus di Kepulauan Yapen, 2 kasus di Kabupaten Jayapura, serta masing-masing 1 kasus di Mimika dan Jayawijaya.

 “Kemudian, PDP bertambah 10 pasien, di mana 2 pasien dari Mimika, dan 8 pasien dari Kota Jayapura. Sedangkan ODP juga bertambah 49 orang, di antaranya Jayawijaya bertambah 11 orang, Yahukimo bertambah 30 orang, Puncak bertambah 4 orang, dan Kota Jayapura bertambah 4 orang,” ungkap dr. Silwanus Sumule.

Adapun angka pasien sembuh juga bertambah. Kali ini bertambah 15 pasien sembuh yaitu 2 pasien dari Kota Jayapura, masing-masing tambahan 1 pasien sembuh dari Jayawijaya dan Kabupaten Jayapura, 3 pasien di Boven Digoel, dan 8 pasien di Mimika.

“Perhatian masih tetap diberikan kepada ODP dan PDP di daerah pegunungan seperti di Tolikara, Puncak, Yahukimo, Yalimo, Pegunungan Bintang, Lanny Jaya, Intan Jaya, serta Puncak Jaya. Ini menjadi perhatian khusus bagi kita semua. Diharapkan, pemerintah daerah masing-masing memberikan perhatian khusus untuk penangnana ODP dan PDP, serta memastikan dilakukannya tracing, test, dan treat (3T),” tambahnya. 

Dengan demikian, diketahui bahwa jumlah kasus positif kumulatif di Papua telah mencapai 1.719 kasus. Dimana 832 pasien dirawat, 869 pasien sembuh, dan 18 pasien meninggal dunia. Kemudian, ODP berjumlah 2885 orang, PDP sebanyak 247 pasien, dan pemeriksaan PCR mencapai 13.855 sampel. 

Sementara itu, Ketua Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Jayapura Ir.H.Rustan Saru, MM., mengatakan,  rencana untuk rapat  koordinasi penerapan new normal di Kota Jayapura, akan dilakukan bersama stakeholder maupun Forkopimda di Kantor Wali Kota Jayapura dipimpin langsung Wali Kota Jayapura, Jumat (3/7) lusa.

 “Dalam rapat koordinasi ini kita akan bahas apakah di Kota Jayapura sudah bisa diterapkan kebijakan new normal atau tidak. Termasuk apakah sudah bisa dibuka kembali tempat ibadah atau rumah ibadah,”katanya, kepada wartawan Cenderawasih Pos, saat melakukan Sidak di Pasar Youtefa Abepura, Selasa(30/6) kemarin.

 Dijelaskan, dalam Rakor tersebut nanti juga akan dijelaskan data terkait penanganan percepatan Covid-19 Kota Jayapura. Data tersebut terkait sudah berapa yang sembuh, berapa dinyatakan OTG, PDP dan hasil rapid test massal serta jumlah yang sudah meninggal dunia.

  Hal lain, Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Jayapura juga akan menjelaskan, penyebaran Covid-19 daerah mana saja yang dinyatakan rawan atau zona merah. Daerah mana yang masih zona kuning dan zona hijau. Termasuk evaluasi pembatasan waktu aktivitas warga dan tempat usaha yang sekarang sudah banyak melanggar aturan.

 “Kami juga lakukan evaluasi terkait data yang telah kami himpun di lapangan saat melakukan shooting masker di jalan umum maupun di tempat usaha dan instansi,”jelasnya .

 Untuk itu,  masyarakat juga diminta tetap bersabar menunggu keputusan dari pemerintah dan tim gugus tugas. “Apakah di bulan Juli ini sudah bisa diterapkan kebijakan normal dengan menerapkan protokol kesehatan atau tidak. Karena bagaimanapun tugas pemerintah dalam melindungi warga  terkait keselamatan ini sangat penting walaupun masih ada  oknum warga yang dikatakan Orang Kepala Batu (PKB) yang tidak mau mengikuti aturan dan anjuran pemerintah,” pungkasnya. (gr/dil/nat)