Para pencaker saat melakukan registrasi ke Panitia sebelum masuk ke ruangan tes di SMA Yapis Wamena, Senin (1/7).( FOTO : Denny/ Cepos)

WAMENA – 2.940 pencari kerja di Kabupaten Jayawijaya,mulai perebutkan 369 Kuota CPNS Jayawijaya  dalam tes Calon Pegawai Negeri Sipil dengan sistem  Computer Asissted Test (CAT) yang dimulai Senin (1/7) kemarin hingga  6 Juli mendatang di SMA Yapis Wamena.

  “Kami sudah mendapat jaminan dari PLN dan juga dari Kominfo Jayawijaya, serta BKN untuk jaringan internet yang digunakan selama pelaksanaan tes ini berlangsung 6 hari kedepan,”ungkap Wakil Bupati Jayawijaya Marthin Yogobi usai membuka pelaksanan tes, Senin (1/7) kemarin.

  Wabup Yogobi berharap Badan Kepegawaian Kabupaten Jayawijaya untuk melakukan tes ini secara baik dengan memperhatikan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku. Para peserta juga diminta mengerjakan soal sebaik mungkin, sebaba yang menentukan lulus dan tidaknya itu bukan pemerintah daerah tetapi adalah jawaban peserta sendiri.

  “Peserta akan melihat hasilnya secara langsung apabila sudah melakukan pengisian jawaban, sehingga kami harapkan peserta siap mental, fisik agar mengerjakan soal itu mereka sudah siap  tempur,”ujar Marthin Yogobi.

  Secara terpisah Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jayawijaya Hironimus Hubi, mengatakan tes bagi 2.940 pencari kerja tidak dilakukan bersamaan, karena jumlah ruangan dan fasilitas komputer yang disediakan terbatas. Ruangan tes ada tiga dengan jumlah komputer 130 unit dan berlangsung di SMK Yapis Wamena.

  “Jaringan internet awalnya memang diragukan, tetapi dinas komunikasi dan informatika sudah melihat, bahkan menugaskan staf untuk siaga di sini. Peserta juga hanya membawa nomor tes dan KTP selain dari itu tidak,” katanya.

   Seleksi masuk CPNS   itu diawasi langsung oleh petugas dari BKN pusat, BKN Jayapura dan staf BKD Jayawijaya. Dinas Perhubungan, Satpol PP juga ada. Setiap kendaraan masuk diberikan kartu, pada saat keluar dia kembalikan kartu.

  “Jadi kalau saat keluar tidak mengembalikan kartu berarti motor itu kita tahan karena besar kemungkinan motor itu bukan miliknya,”ujarnya.(jo/tri)