JAYAPURA – Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Jayapura, Edu Sasarari mengatakan, bahwa sepanjang jalan trans Papua, Jayapura – Wamena akan dibangun 18 jembatan permanen (Beton). 18 jembatan tersebut menggantikan beberapa jembatan kayu sepanjang jalan trans Papua (Jayapura-Wamena).

  Kata Kabalai Edu, pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari program multy years hingga tahun 2022. Artinya, 18 jembatan tersebut ditargetkan rampung hingga tahun 2022 mendatang.

Mengular – Rombongan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Jayapura saat melintas di ruas jalan trans Papua (Jayapura-Wamena) di salah satu kampung Yalimo beberapa pekan lalu. ( FOTO: Erik / Cepos)

  “Jembatan itu sementara proses lelang, dan kurang lebih ada 18 jembatan yang nanti kita akan kerja, sementara ini masih menggunakan jembatan kayu dan masih bisa dilalui, tahun depan kami harap sudah bisa dimulai dikerjakan,” ungkap Kabalai Edu kepada Cenderawasih Pos di Jayapura, Senin (12/10) siang kemarin.

  Selain itu, Kabalai Edu menuturkan, di program yang sama (multiyears), BPJN Jayapura juga akan melanjutkan pengaspalan sepanjang 91 km dari ujung aspal saat ini yang berada di kilo meter 231.

  Bila pengaspalan tersebut selesai di tahun 2022, maka ruas jalan trans Papua, Jayapura – Wamena yang sudah beraspal mencapai 366 kilo dari titik nol Jayapura. Artinya hanya menyisahkan 75 kilo untuk menghubungkan ujung aspal Elelim yang juga merupakan tanggung jawab BPJN Wamena.

  Kabalai Edu juga membeberkan, bahwa selain melanjutkan pengaspalan trans Papua, pihaknya juga akan meningkatkan beberapa ruas jalan yang rusak serta penghubung jembatan.

  “Kita akan lanjutkan pengaspalan sepanjang 91 km lebih, dan termasuk jalan rusak dari Jayapura dan juga penghubung jalan utama dengan jembatan. Kita harapkan tahun 2021 semua bisa rampung,” tandasnya. (eri/tri)