PUING-PUING:Belasan bangunan yang terbuat dari kayu dan tripleks terlihat hanya menyisakan puing-puing usa terbakar Sabtu sore (14/3) kemarin.  Lokasi pemukiman masih menjadi langganan kebakaran ( FOTO:Gamel/Cepos)

Satu Orang Mengalami Luka, Kerugian Ditaksir Rp 1 M

JAYAPURA-Kawasan pemukiman penduduk nampaknya belum lepas dari bayang-bayang musibah kebakaran. Lokasi seperti APO, Perumnas termasuk kawasan pemukiman padat penduduk Hamadi paling sering menjadi langganan kebakaran. 

Ini seperti yang terjadi Sabtu (14/3) kemarin di Hamadi Tanjung tepatnya di belakang Hotel Asia. Meski tak ada korban jiwa namun kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta. 

Kejadian ini sendiri terjadi sekira pukul 15.00 WIT dimana terdengar bunyi ledakan dari salah saru rumah di belakang Hotel Asia dan tak lama terdengar teriakan kebakaran dan api langsung membakar rumah sekitar. “Diperkirakan ada 17  rumah yang terbakar dan ada 1 yang sempat terluka tapi  sudah dibawa ke rumah sakit dan sudah dipulangkan,” kata Wakil Wali Kota Jayapura, Ir H. Rustan Saru MM sesaat setelah mengunjungi lokasi terdampak. 

 Api yang menyala sekira pukul 15.00 WIT akhirnya bisa dipadamkan 2 jam kemudian. Setelah 2 unit watercanon milik Polda Papua dan 7  unit mobil pemadam kebakaran turun ke lokasi kebakaran. “Pemkot masih menunggu hasil pendataan namun penanganan awal sudah dilakukan. Kami mencarikan tempat untuk camp sementara,” kata Rustan Saru. 

Ia  juga menyatakan bahwa Pemkot Jayapura juga siap membantu memudahkan kepengurusan administrasi yang ikut terbakar. 

Disinggung soal kondisi hydrant di Jayapura yang lebih banyak tak berfungsi, Rustan Saru menyebut bahwa di Jayapura ada empat titik yang masih berfungsi. Untuk melakukan upaya segera, Pemkot telah memberikan dua mesin motor alkon  yang sudah kami berikan dengan kekuatan 1000 liter untuk  melakukan upaya tanggap segera jika terjadi kebakaran. “Di Hamadi kami sudah beri dua unit tapi tadi kami tidak melihat itu,” sesalnya. 

Namun ada penekanan yang diberikan kepada pihak pemadam  kebakaran dimana jika terjadi kebakaran maka paling tidak 30 menit petugas sudah harus ada di lokasi. 

 “Itu yang kami tekankan, petugas harus bergerak cepat dan minimal 30 menit sudah di lokasi tapi ketersediaan alat pemadam api ringan juga perlu disiapkan. Warga harus paham soal penanganan api kecil sebelum membesar,” imbuhnya.

Sementara itu, Kapolsek Jayapura Selatan, AKP. Yosias Pugu, SH., mengakui tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Namun kerugian akibat kebakaran itu diperkirakan mencapai Rp 1 milliar.

Mengenai penyebab kebakaran, Kapolsek Yosias Pugu mengaku belum bisa memastikan penyebab kebakaran tersebut. Namun dari keterangan yang dihimpun, sebelum api mulai membesar, sempat terdengar ledakan yang bersumber dari rumah milik warga berinisial MM yang kemudian merembet ke bangunan lainnya yang berdempetan.

“Akibatnya sembilan unit bangunan rumah dan ruko milik warga yang berada di Kompleks Hotel Asia, Pasar Hamadi, Kota Jayapura terbakar,” tutur Kapolsek saat dikonfirmasi, Minggu (15/3).

Adapun para korban atau pemilik bangunan lanjut Kapolsek sudah dilakukan pendataan. Dimana kebakaran itu menghanguskan lima rumah semi permanen beserta empat ruko.

Menurut Kapolsek, terkait kasus kebakaran akan dilakukan penyelidikan guna mengetahui penyebab kebakaran oleh Unit Reskrim Polsek Jayapura Selatan.”Kasusnya sedang kami dalami,  akan kami lakukan olah tkp dan meminta keterangan para saksi lebih mendetail agar mengetahui secara pasti penyebab kebakaran,” pungkasnya.

Secara terpisah, Kepala Dinas Sosial Kota Jayapura, H. Irawadi mengatakan, berdasarkan data yang diperoleh petugas di lapangan pasca musibah kebakaran, ada 12 kepala keluarga dengan jumlah jiwa 51 orang yang menjadi korban. 

“Saat ini kita sudah buka Posko di Hamadi dan korban  ditampung di situ. Kami juga sediakan makan dan minum serta kebutuhan lainnya kepada korban,” ungkapnya, Minggu (15/3) kemarin.

Mengenai penyebab kebakaran, Irawadi mengatakan masih dalam penyelidikan Kepolisian. Pihaknya dari Dinas Sosial Kota Jayapura tetap memberikan pelayanan sesuai dengan Tupoksi yang ada. “Selebihnya nanti OPD terkait yang akan membantu para korban musibah kebakaran. Seperti dalam pengurusan dokumen kependudukan yang terbakar maupun ijazah sekolah dan pelayanan kesehatan,” tutupnya. (ade/fia/dil/nat)